Warga Malaka Setor Rp 1.850.000 Tapi Dua Tahun Meteran PLN Nihil

calon pelanggan yang memasang meteran daya 450 kwh menyetor uang Rp 1.850.000. Setelah warga menyetor uang, PLN sempat memasang meteran 10rumah

Editor: Ferry Ndoen
net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, BETUN - Sekitar 20-an warga Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka kesal dan kecewa terkait manajemen PLN Cabang Atambua.
Pasalnya, warga calon pelanggan sudah menyetor uang untuk biaya pemasangan meteran sejak dua tahun lalu, namun sampai saat ini meteran belum dipasang.

Sejumlah warga Taaba, Brigita Bano, Dominggus Nahak dan Yulius Seran mengatakan kepada Pos Kupang, Jumat (5/2/2016).

Warga Taaba mengatakan, sejak tahun 2014 mereka menyerahkan sejumlah uang untuk biaya pemasangan meteran. Uang diberikan lewat Pemerintah Desa Taaba dengan jumlah uang bervariasi sesuai daya meteran. Bagi calon pelanggan yang memasang meteran daya 450 kwh menyetor uang Rp 1.850.000. Setelah warga menyetor uang, PLN sempat memasang meteran sekitar 10 rumah. Sedangkan 20-an warga lainnya tidak terpasang hingga saat ini.

Menurut warga, saat program listrik masuk di wilayah itu awal tahun 2014, warga menyetor uang lewat pemerintah desa setempat. Program listrik di wilayah itu dilaksanakan pada masa kepala desa, Marsela H Seran Saat ini seluruh urusan pemerintahan di Desa Taaba dikendalikan Sekretaris Desa, Yosef Naimnanu.

Warga sering bertanya kepada pemerintah desa setempat melalui Sekdes Taaba, Yosef Naimnanu namun jawabannya bahwa uang sudah disetor ke PLN Atambua. Warga sempat cek ke PLN Betun namun PLN menyampaikan tidak pernah menerima uang untuk pemasangan listrik dari Desa Taaba.

Warga curiga pemerintah desa tidak menyetor uang pemasangan meteran ke manajemen PLN. Buktinya, sudah dua tahun PLN tak datang memasang meteran listrik. Warga sering menanyakan hal itu kepada pemerintah desa, namun sekretaris desa menjawab uang sudah disetor ke PLN. Warga diminta menunggu.

"Kami bingung. Tanya sekretaris desa, bilang uang sudah setor ke PLN Atambua. Kalau sudah setor pasti PLN sudah pasang meteran," tutur warga.

Warga minta Kepada PLN Atambua segera memberikan klarifikasi kepada calon pelanggan yang sudah menyetorkan uangnya. Sebab pengakuan Sekdes Taaba, Yosef Naimnanu, semua uang calon pelanggan sudah diserahkan kea PLN di Atambua.

Manager PLN Rayon Atambua, Albertus Koko dikonfirmasi Pos Kupang melalui ponselnya mengatakan akan cek masalah itu mengingat sudah dua tahun lamanya.

Menurutnya, jika uang sudah disetor ke PLN maka tidak ada alasan untuk menunda. Kecuali, lanjutnya wilayah itu jaringan listriknya belum memadai. "Intinya jika uangnya ada kami siap. Kami akan telusuri dulu uang sudah disetor kepada siapa karena ini sudah dua tahun," jawabnya. (roy)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved