Nelayan Indonesia Harus Jadi Raja

Nelayan Indonesia harus menjadi raja perikanan di Indonesia dan bukan kapal-kapal asing karena itu nasib nelayan Indonesia harus diperbaiki.

Penulis: Hermina Pello | Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Hermina Pello

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Nelayan Indonesia harus menjadi raja perikanan di Indonesia dan bukan kapal-kapal asing karena itu nasib nelayan Indonesia harus diperbaiki.

Demikian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli menjadi keynote speaker dalam kegiatan Konvensi Nasional Media Massa pada kegiatan HPN 2016 di hall rinjani, Hotel Lombok Rata, Mataram pada Senin (8/2/2016)

Konvensi nasional media massa dengan tema refleksi pers nasional menjawab tantangan pembangunan poros maritim dan menghadirkan kesejahteraan. Dalam kegiatan ini moderator olehh Prita Kemal Gani

"Kami ingin perbaiki nasib nelayan karena di Indonesia in yang paling miskin adalah nelayan, ada ada 16 juta nelayan yang paling miskin sehingga tahun ini akan dibuat kampung nelayan yang nyaman dimana akan dibuat rumah yang
Layak dengan air bersih sehingga nelayan bisa hidup lebih baik," katanya.

Ia menambahkan di Gorontalo ada bupati yang berinisatid untuk bangun kampung maritim dengan rumah dengan fasilitas air bersih dan listrik.

Selain membangun kampung nelayan, kepada nelayan juga akan diberikan asuransi sehingga kalau ada kecelakaan di laut maka nelayan bisa mendapat asuransi. Juga membantu modal kerja, peralatan pendinginan.

"Semuanya ini agar nasib dan hidup nelayan menjadi lebih baik," jelasnya.

Namun saat ini, katanya ikan terlalu banyak sehingga harga turun sehingga sekarang ini sedang direview kalau ekspor ikan tidak harus dikirim ke Jakarta tapi bisa dilakukan dari beberapa titik karena kalau dikirim ke Jakarta butuh waktu
Pemerintah juga akan membangun 3500 kapal ikan dengan bobot 30 ton dan akan dibagikan kepada koperasi yang anggotanya minimal 20 orang dan kapal ikan itu akan diberikan sertifikat seperti tanah sehingga bisa jadi jaminan untuk kredit.

"Kalau mau melaut satu bulan, bisa ada dana untuk operasional karena ada sertifikat," ujarnya.

Program lainnya adalah infrastruktur dan konsentrasu oembanginana dimana selama ini sangat Jawa sentris sehingga luar Jawa sangat ketinggalan kama harus diubah paradigma pembangunan dengan Indonesia centris dimana anggaran infrastruktur pembangunan lebih banyak di luar jawa sehingga daerah di luar jawa juga berkembang.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved