Sabtu, 11 April 2026

Teror Bom di Jakarta

Para Pelaku Teror di Kawasan Sarinah Diduga Kelompok JAKN

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror masih menganalisis asal kelompok pelaku teror yang menyerang kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2016).

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.COM / XINHUA
Foto ini dirilis oleh agensi berita China Xinhua, seorang pria tak dikenal dengan senjata berjalan dengan latar belakang kerumunan orang, di kawasan Jalan MH Thamrin, dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. Pria ini termasuk salah seorang pelaku teror bom. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror masih menganalisis asal kelompok pelaku teror yang menyerang kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2016).

Namun, Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti menduga kuat pelaku berasal dari kelompok Jamaah Anshor Khilafah Nusantara (JAKN). JAKN adalah wadah seluruh kelompok radikal yang ada di Indonesia.

"Organisasi-organisasi yang ada sebelumnya (di Indonesia) itu berafiliasi ke sana semua," ujar Badrodin di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Kapolri mengatakan, ada dua kendala untuk mengetahuinya. Pertama, jika ada salah satu pengikut yang tertangkap, dia bisa saja tidak mengaku bukan anggota JAKN.

Badrodin menyebutkan, hanya bukti-bukti dokumen serta kroscek keterangan orang lain yang bisa membuktikan bahwa orang tersebut adalah pengikut JAKN. Sementara, Densus 88 masih terus menganalisis bukti-bukti yang ada.

Persoalan kedua, Badrodin menganalisis tren baru dalam dunia gerakan radikal. Sebelum melaksanakan teror, si anggota menyatakan diri keluar dari kelompok radikal tersebut dan membentuk sel yang terdiri dari jumlah lebih kecil, yakni empat atau lima orang.

"Hal ini dilakukan mereka agar sulit dilacak. Kalau begitu apa dia termasuk organisasi itu (JAKN) juga?" ujar Badrodin.

"Untuk pelaku (teror Sarinah) ini masih kami dalami, apakah dia benar JAKN atau sudah keluar. Meski, ya ideologi mereka itu ya sama semuanya," lanjut dia.

Polisi telah mengidentifikasi lima jenazah terduga teroris lewat sidik jari. Mereka adalah Sugito (42), Dian Juni (25), Afif alias Sunakin, Muhammad Ali (29), dan Ahmad Muhazan (25).

Dalang dari serangan tersebut diduga adalah Bahrun Naim. Ia diyakini bergabung dengan ISIS dan masih berada di Suriah.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved