Romo Yoris Sebut Mau Jadi Pahlawan Harus Ubah Mental
Menurut Romo Yoris, Menjadi pahlawan di jaman sekarang bukanlah hal yang gampang. Banyak orang hanya ingin menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan kelo
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Belu sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, masih sering terjadi penyelundupan dan kejahatan lainnya.
Karena itu, untuk menjadi pahlawan, harus bisa mengubah mental dan spiritual kita.
Demikian disampaikan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Romo Yoris Giri ketika menjadi pembicara dalam seminar sehari refleksi hari pahlawan yang diselenggarakan Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu di Hotel Permata Atambua, Jumat (27/11/2015).
Menurut Romo Yoris, Menjadi pahlawan di jaman sekarang bukanlah hal yang gampang. Banyak orang hanya ingin menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan kelompoknya.
"Selama masih ada penyelundupan, bagaimana mau jadi pahlawan? Mental spiritual harus berubah. Hari pahlawan ini menjadi refleksi kita. Mengubah mindset untuk menjadi pahlwan di perbatasan berarti perjuangkan apa yang baik supaya bisa menjadi nyata," katanya.
Baginya, menjadi pahlawan itu bukan berarti harus diumumkan ke publik bahwa dirinya adalah pahlawan, menjadi pahlawan masa kini adalah cukup dengan menghayati semangat atau spirit perjuangan para pahlawan bangsa di jaman dulu dalam setiap aktivitas dan peran kita masing-masing. *
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/smeinar-pahlawan-di-perbatasan_20151127_234442.jpg)