Senin, 20 April 2026

Anggota DPRD Nagekeo Terlantar di Puskesmas Danga, Dokter Tidak Ada

Kedua petugas medis hanya melakukan tindakan pengukuran tekanan darah. Salah satu di antara mereka kemudian mencoba menghubungi dokter jaga hari itu,

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Anggota DPRD Nagekeo, Yosep Loya, Rabu (19/11/2015), terlantar di Puskesmas Danga. Yosep yang tiba di Puskesmas Danga sekira pukul 14.22 diantar rekan sesama Anggota DPRD Nagekeo, Yakob Susu sempat diterima dua petugas medis yang bertugas hari itu.

Kedua petugas medis hanya melakukan tindakan pengukuran tekanan darah. Salah satu di antara mereka kemudian mencoba menghubungi dokter jaga hari itu, dr. Amri Tanaka melalui telepon.

Namun dari ujung telepon tak kunjung jua ada jawaban. Nasib yang sama ternyata juga dialami salah satu pasien asal Watukesu, Gang 7, Kelurahan Danga.

Pasien yang berprofesi sebagai sopir saat itu mengeluh sakit perut langsung menuju UGD. Namun yang bersangkutan juga tidak mendapatkan pelayanan. Setelah menunggu hampir satu jam, kedua pasien, anggota DPRD Nagekeo, Yoseph Loya dan sopir akhirnya harus pulang tanpa pelayanan.

Kedua pasien akhirnya memilih untuk mencari pengobatan lain. Anggota DPRD Nagekeo, Yosep Loya diantar Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Florianus Papu ke Balai Pengobatan Susteran KFS Ratedosa di Aeramo serta satu pasien lainnya terpaksa membeli obat di salah satu Apotik di Kota Mbay.

Anggota DPRD Nagekeo dari Fraksi PDI Perjuangan, Yakob Susu yang sempat mengantar Yosep Loya, temannya yang sakit tersebut mengatakan, dokter yang bertugas tersebut sungguh tidak manusiawi dan tidak menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter karena seharusnya penanganan pasien tidak dengan berkonsultasi via SMS atau telepon namun harus hadir selama bertugas atau piket.

"Kalau dokter Amri lebih memilih urus Apotik miliknya atau buka pratek maka sebaiknya keluar dari PNS. Sedih sekali pelayanan publik seperti ini.Kita sudah sering dengar kebiasaan buruk dokter ini dan harus ada sikap tegas dari Kepala Puskesmas,"katanya.

Yakob menambahkan, waktu yang terlalu lama bagi seorang pasien menunggu dokter merupakan upaya menambah sakit pasien itu sendiri.

Kekesalan anggota DPRD Nagekeo tersebut diungkapkan pula dalam Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) pada DPRD Kabupaten Nagekeo dalam menanggapi pengantar Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) 2016 di ruang rapat Paripurna DPRD Nagekeo,Rabu (18/11/2015).

Fraksi PDI Perjuangan lewat juru bicaranya Yakob Susu juga mengungkapkan kekesalan mereka terhadap kejadian tersebut dan meminta pemerintah segera melakukan kajian terhadap pelayanan publik di Puskesmas Danga.

Dikatakan Yakob, pelayanan publik tidak hanya untuk pejabat, namun harus baik untuk semua masyarakat dan diusulkan agar dokter PNS tersebut ditegur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo,Martha Lamanepa saat ditemui pada hari yang sama mengatakan dirinya telah mendapat informasi tersebut dan secara intern bersama Kepala Puskesmas Danga akan segera diambil sikap sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi.*

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved