iWarga Keluhkan Meteran air PDAM Tidak Berfungsi
Di Betun meteran air sudah terpasang lama, kenapa belum juga berfungsi? Kami sangat kesulitan air, tapi pemerintah Malaka diam saja
Penulis: Juan Seli Tupen | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM, BETUN -Agus Sinta Mau (43), warga Betun, mengaku kesal dengan pihak Pemerintah Kabupaten Malaka terkait meteran air PDAM yang belum berfungsi.
Saat ini warga Betun sangat menderita, karena mata air dan muara kali yang selama ini sebagai sumber air untuk kebutuhan telah mengering. Warga kebingungan entah ke mana lagi harus mencari sumber air. Mereka berharap gerak hati pemkab mengoperasikan meteran air PDAM yang sudah terpasang lama, hingga dimanfaatkan warga.
"Di Betun meteran air sudah terpasang lama, kenapa belum juga berfungsi? Kami sangat kesulitan air, tapi pemerintah Malaka diam saja,''ujar Agus saat ditemui Pos Kupang di Betun, Senin (9/11/2015) sore.
Katanya, di wilayah Betun Kota telah terpasang sekitar ratusan meteran dengan kran airnya. Karena lama tak kunjung dimanfaatkan, sebagian meteran telah rusak.
"Kalau tidak salah jumlah meteran air di wilayah Betun ini ratusan. Badan meteran dibiarkan lama tidak berfungsi, kadang anak-anak bermain buka tutup meteran jadinya rusak. Kalau memang belum bisa dimanfaatkan sekarang, kenapa dipasang sekarang. Kalaupun ada kendala tolong sampaikan ke warga, biar warga mengerti ,''kata Agus.
Melki B T Seran, juga mengeluhkan hal yang sama. Dia mengatakan, pemasangan meteran air PDAM di Malaka yang tidak berfungsi, itu sangat merugikan warga. Meskipun tidak dipungut biaya pemasangan meteran air, namun sebagian warga dengan cuma-cuma memberikan lahan untuk penyaluran pipa air.
"Melihat kran dan meteran air di halaman rumah saya yang tak kunjung mengeluarkan air, kadang saya merasa sedih. Bukan hanya saya yang mengeluh, warga yang menyerahkan tanahnya cuma-cuma untuk penarikan pipa, juga mengeluh yang sama. Kalau tidak dialiri air mendingan pipa dan meteran yang terpasang dicabut buang saja,''ujar Melki.
Marco Suares (38), mengatakan terkait pemasangan meteran di rumahnya yang tak kunjung dimanfaatkan, ia pernah mengadu ke kepala desa setempat, namun katanya meteran dan kran air PDAM merupakan urusan PU Provinsi sehinga tidak mengetahui hal itu.
"Kami warga kecil kalau soal masalah begini, mau mengadu ke siapa. Pemerintah diam saja sampai sekarang. Kebutuhan air sangat susah, tidak juga diberi solusi mengatasi permasalahan ini. Inti dari berbagai keluhan warga itu, sangat membutuhkan air bersih,''ujar Marco.(sel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/meteran-pdam-betun-malaka_20151116_074521.jpg)