Mendukung Tugas Brimob
Masyarakat NTT umumnya mungkin hanya mengenal kepolisian secara umum, tetapi ketika ditanya
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Pada hari ini, Sabtu (14/11/2015), korps Brigade Mobil (Brimob) merayakan ulang tahun ke-70. Kita patut mendukung dan menyampaikan proficiat untuk Brimob sambil berdoa semoga Brimob makin jaya.
Masyarakat NTT umumnya mungkin hanya mengenal kepolisian secara umum, tetapi ketika ditanya tentang Brimob, tidak banyak yang tahu. Kalaupun tahu, mungkin hanya sebatas mendengar namanya. Apa tugasnya, tidak banyak yang tahu persis.
Bisa dimaklumi karena jumlah Brimob di NTT tidak sebanyak personel kepolisian pada umumnya. Memang Brimob bagian dari kepolisian, tetapi dia mempunyai tugas yang lebih spesifik. Sesuai dengan namanya, Brimob disebut sebagai pasukan pemukul di tubuh Polri, yang ditugaskan di mana saja terjadi situasi genting, rawan konflik atau bencana.
Kita ingat, ketika terjadi konflik di Adonara antara warga Lewobunga dan Lewonara, sejumlah anggota Brimob ditugaskan ke sana. Begitu juga berkaitan dengan pilkada di sembilan kabupaten di NTT, Kapolda menugaskan sejumlah anggota Brimob di Labuan Bajo karena pilkada di sana dinilai rawan konflik.
Di wilayah Sumba, sejumlah personel Brimob sengaja ditempatkan karena rawan pencurian ternak dengan pelaku yang cenderung nekat menghabisi pemilik ternak atau siapa saja yang menghalangi kegiatannya. Kehadiran Brimob di sana dimaksudkan untuk mengatasi kasus pencurian.
Kita pun mencatat sejumlah prestasi Brimob di NTT. Pilkada Manggarai Barat yang dianggap rawan konflik akhirnya berjalan lancar sesuai jadwal tanpa konflik berarti. Pilkada itu dipastikan akan berlangsung tanggal 9 Desember mendatang bersama daerah-daerah lainnya. Kita yakin ini adalah berkat kehadiran Brimob yang ditugaskan secara khusus di sana.
Begitu juga konflik antara Lewobunga dan Lewonara sempat diredam, meskipun ketika anggota baru beranjak sebentas saja dari lokasi, situasi pun kembali memanas. Itu pertanda bahwa kehadiran Brimob cukup berpengaruh di sana. Tentu masih banyak lagi prestasi Brimob di daerah ini.
Sebagai masyarakat kita tetap mengharapkan peran Brimob yang maksimal dan makin luas di masa mendatang. Profesionalisme Brimob dalam tugasnya tentu saja harus ditingkatkan. Fasilitas dan kelengkapannya juga dibenahi.
Tidak kurang pentingnya adalah kesejahteraan para anggota Brimob. Bukan soal gaji, tetapi mungkin soal akomodasi bagi Brimob. Dari investigasi yang kami lakukan, ditemukan masih banyak anggota Brimob yang belum memiliki rumah. Sampai dengan usianya yang ke-70 tahun, masih banyak anggota Brimob yang tinggal di kos atau mengontrak rumah orang. Kita harapkan pada HUT Brimob tahun depan, kondisi seperti ini tidak ada lagi.*