Brimob Agar Tetap Humanis Saat Bertugas
Menurut Dadang, menjelang penyelenggaran pilkada serentak di sembilan kabupaten di NTT
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Kepala Satuan Brimobda NTT, Kombes Pol Dadang Raharja, SH, MH saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/11/2015), berpesan kepada seluruh anggota Brimobda NTT tetap humanis dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Menurut Dadang, menjelang penyelenggaran pilkada serentak di sembilan kabupaten di NTT, seluruh pasukan Brimob sudah digeser di beberapa titik di Polres yang wilayahnya menggelar hajatan pilkada. Penempatan pasukan Brimob di daerah penyelenggara pilkada dilakukan hingga pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Ia pun sudah membuat perencanaan untuk pergeseran penambahan anggota ke suatu wilyah jika terjadi gangguan kamtibmas saat penyelenggaraan pilkada.
"Kami akan menambah cadangan pasukan bila diperlukan saat gangguan kamtibmas terjadi. Tentunya seluruh fungsi yang ada di Brimobda NTT diturunkan dari kemampuan PHH, Resmob, intel maupun penjinakan bahan peledak," katanya.
Ia menambahkan 934 personel di Sat Brimobda NTT diberdayakan seluruhnya untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak di NTT. Setidaknya ada delapan kompi brimob yang tersebar di NTT yakni Belu, Sikka, Ende, Manggarai, Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah dan Kupang. Masing-masing wilayah ditempatkan satu kompi atau setara seratus orang. Untuk penempatan pasukan di daerah-daerah berdasarkan potensi kerawanan di masing-masing daerah.
Mengenai peran polwan di Brimobda NTT, Dadang mengatakan, polwan di Brimobda NTT masih banyak mengemban fungsi staf. Ke depan diharapkan ada perwira Brimobda NTT yang berasal polwan di kompi. Pasalnya di Korps Brimob sudah ada satu dua polwan menjabat sebagai komandan kompi. Hanya saja untuk NTT, jumah personel polwan yang masuk ke brimob sangat sedikit.
Terkait sering terjadinya gesekan Brimob dan TNI, Dadang menegaskan hal itu tidak boleh terjadi. Apalagi Kapolda, Danrem, Danlantamal dan Danlanud sudah sepekat tidak boleh ada gesekan antara kesatuan. "Kalau ada itu sifatnya hanya perorangan saja. Tetapi terus cepat diambil tindakan dan harus cepat menyelesaikan apabila ada persoalan gesekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih panjang lagi," ujar Dadang yang tak lupa memohon maaf bila dalam pelayanan ada kekurangan dan siap sedia membantu masyarakat.
Untuk makin mendekatkan diri kepada masyarakat, menjelang HUT Brimob ke-70, jajarannya menggelar aneka kegiatan sosial seperti donor darah, membersihkan tempat ibadah, memberikan bantuan air bersih, anjangsana ke pantai asuhan hingga pembersihan salah satu pasar di Kota Kupang. Hal yang sama juga dilakukan jajaran Subden II Detasemen A Brimob Belu yang dipimpin Kepala Subden II Detasemen A Brimob Belu Iptu, Didid Wahyu.
"Kita memang sengaja pakai pakaian lengkap supaya bisa memasyarakat dan menghapus kesan seram. Dengan membersihkan pasar, masyarakat bisa terkesan bahwa Brimob itu tidak seseram bajunya," kata Didid kepada wartawan, Rabu (11/11/2015). (aca/roy/aly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/brimob-ilustrasi_20151114_231116.jpg)