Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Batasi Pemotongan Hewan Saat Upacara Adat di Sumba Barat

Umumnya tanah sawah milik warga di sekeliling Kota Waikabubak seperti Kampung Baru, Kaori, Wailiang, Mailiti dan Pada Eweta dijual karena adat

Tayang:
Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
pETRUS pITER
Wilayah administrasi Sumba Barat dan Sumba Barat Daya 

POS KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Warga minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat segera hidupkan kembali pembatasan pemotongan hewan saat upacara (acara) adat/budaya Sumba Barat sebagaimana yang sudah diterapkan masa pemerintahan mantan Bupati Sumba Barat, Drs. Umbu Djima.

Dua warga Kota Waikabubak, Sumba Barat, yakni Dominggus Dinga Leba, warga Kelurahan Dira Tanah, Kecamatan Loli dan Lukas Lende Gaiya, Warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kota Waikabubak minta Pemkab Sumba Barat segera menghidupkan kembali pembatasan itu.

"Umumnya tanah sawah milik warga di sekeliling Kota Waikabubak seperti Kampung Baru, Kaori, Wailiang, Mailiti dan Pada Eweta dijual pemiliknya karena tuntutan adat. Orang berutang satu ekor kerbau besar bertanduk panjang dengan harga saat ini sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta lebih. Dan utang ini menjadi warisan kepada anaknya.

Karena itu, jika pemilik hewan mengundang membawa pulang kerbau yang pernah diberi maka wajib dikembalikan. Bila tidak ada jalan keluar, mau mau tak mau gadaikan tanah sawah atau dijual tanah sawah miliknya. kondisi seperti ini yang melilit masyarakat selama ini," kata dua warga ketika ditemui terpisah di Waikabubak, Senin (9/11/2015).

Mereka mengusulkan agar pemerintah dan dewan Sumba Barat mengalokasikan anggaran guna mengantisipasi jika warga menjual tanah kepada orang lain yang berujung beralih fungsi lahan sawah menjadi permukiman penduduk.

"Caranya pemerintah membeli tanah lalu sang pemilik tanah tetap menggarap dan hasilnya dijual untuk mencicil pelumasan kepada pemerintah. Kita usulkan agar dibentuk koperasi yang mengatur soal jual beli tanah dengan sistem seperti itu.Tanpa solusi dari pemerintah maka kita yakini suatu waktu sekeliling lahan persawahan di Kota Waikabubak berubah fungsi menjadi area permukiman yang dipadati bangunan padat penduduk tanpa terlihat lagi sawah nan hijau sekeliling kota ini," ujar mereka. (pet)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved