Kodim 1612 Manggarai Bangun Jamban
Rumah tangga Hendrikus Miru dan Veronika Nelti Ludas, tiga tahun lalu mendirikan rumah sangat sederhana
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Rumah tangga Hendrikus Miru dan Veronika Nelti Ludas, tiga tahun lalu mendirikan rumah sangat sederhana di RT 16 Kampung Leda, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong. Untuk mandi
sekeluarga dengan empat anak itu, mereka memanfaatkan emperan rumah, sedangkan WC digunakan jamban darurat pada rumah darurat ukuran 1x1 meter atap seng, didinding bambu ditutup karung plastic.
"Malu kita buang (hajatan) di hutan. Jarak hutan juga sudah jauh dari rumah. Tidak mungkin juga setiap waktu ke rumah tetangga. Saya buat darurat saja, daripada dilihat orang," ujar Hendrikus di rumah kepada Pos Kupang, Kamis siang (29/10/2015) di kediaman.
Hendrikus bekerja serabutan. Kadang menjadi buruh proyek dan petani, menempati rumah ukuran 3x6 meter atap seng, dinding bambu dan lantai tanah. Memenuhi kebutuhan harian, Hendrikus mengaku berat tanggungan.
Didatang personil TNI membuat jamban dan kamar mandi, Hendrikus sukacita menerimanya. "Bangun rumah saja sudah berat, apalagi bangun kamar mandi WC permanen. Saya terima dengan senang hati. Dalam beberapa tahun mendatang, belum tentu saya bisa bangun," ujar Hendrikus.
"Anak-anak perempuan sudah mulai remaja, lebih nyaman mandi dan WC di dalam ruangan yang baik. Selama tiga tahun, kami mandi di pinggir rumah saja. Taruh ember dan bangku di situ," ujarnya.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1612 Manggarai, Letkol (Kav) Imron Rosadi, SE, pembuatan jamban keluarga merupakan kepedulian TNI meningkatkan kesehatan sanitasi masyarakat tidak mampu dan pembinaan teritorial kemanunggulan TNI dan rakyat.
Manggarai Raya mendapat jatah 120 unit dari Kodam IX Udayana dan telah diselesaikan 98 unit jamban tersebar pada delapan Koramil.
"Kami juga mau bangun lebih banyak menjangkau lebih banyak masyarakat tidak mampu bisa hidup lebih sehat, tapi juga tergantung anggaranya. Kita harapkan dana CSR dari Badan Usaha Milik (BUMN) atau perusahaan swasta," kata Imron, meninjau pekerjaan kemarin.
Pelaksana program, Kapten (Inf) Musoli, mengatakan rumah tangga penerima program disurvey terlebih dahulu bahwa mereka belum punya jamban permanen dan kesulitan bangun.
Menurut Musoli, pembuatan jamban meliputi bangunan kamar mandi/WC, kloset dan lubang pembuangan diselesaikan tiga hari. "Seluruh material dan tukang disiapkan TNI. Rumah tangga juga ikut kerja bersama," kata Musoli, Perwira Seksi Teritoril (Pasiter) Kodim 1612 Ruteng. (ius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/malu-hajatan-di-hutan-kodim-1612-manggarai-bangun-jamban_20151029_160333.jpg)