Rabu, 13 Mei 2026

POS KUPANG CUP 2015

Kegiatan Kecil dari Orang Gila Bola

Ini kegiatan kecil yang kita buat dengan orang-orang yang gila bola. RD membuat keputusan untuk datang ke NTT, itu sangat luar biasa.

Tayang:
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
ISTIMEWA
Indra Sjafri, Piter Tanuri dan David Fulbertus, pose bersama di home base Bali United di Denpasar, Bali saat diskusi tentang sepakbola belum lama ini. 

"Kedepan selain di Bali, bukan tidak mungkin Bali United juga akan membangun akademi sepakbola di Kupang, bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha gila bola di Kupang."

MAHDI Dejan Ibrahim, Pelatih Persap Alor yang sedang naik daun ini sangat antusias ketika diajak panitia ke Hotel Sasando. Mahdi dan Pelatih SSB Tunas Muda, Anton Kia, diajak Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis, untuk berdiskusi dengan Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan.

Ini kesempatan bagi Dejan untuk mengungkapkan isi hatinya. Ada banyak persoalan yang bergejolak dalam dirinya. Ada banyak ide yang ingin dia telorkan. Mumpung ini kesempatan, meski berboncengan tanpa helm bersama rekannya yang gila bola, Abdul Muis, Dejan lebih dahulu tiba di Hotel Sasando.

"Terima kasih kepada Om Fary dan Coach Rahmad Darmawan yang sudah mau melihat anak- anak NTT. Ini adalah impian kami yang sudah lama dipendam. Kami ingin orang-orang Jakarta mau turun ke NTT untuk melihat potensi yang ada. Kalau boleh, bila ada seleksi pemain untuk kelompok umur apa saja, tolong informasikan kepada kami. Kami akan kirim pemain, meski kami biayai sendiri," kata Dejan.

Pernyataan Dejan mendapat apresiasi positif dari Fary Francis dan Rahmad Darmawan. Apalagi pernyataan Dejan ini juga diperkuat Anton Kia. Anton berharap, sepakbola NTT mulai berkiprah di nasional.

"Kita mesti berterima kasih kepada Coach Rahmad Darmawan. Ini kegiatan kecil yang kita buat dengan orang-orang yang gila bola. RD membuat keputusan untuk datang ke NTT, itu sangat luar biasa. Lalu apa yang harus kita lakukan setelah ini. Itu yang sangat penting. Pemain, pelatih dan wasit mesti diperhatikan," kata Fary Francis.

Rahmad Darmawan mengaku sudah mencatat beberapa pemain yang membuatnya terkesan. Pemain-pemain ini, kata RD, akan direkomendasikan untuk direkrut oleh klub-klub nasional. "Saya sudah lama dengar tentang pemain-pemain NTT. Saya adalah orang yang selalu penasaran sehingga akhirnya tercapai keinginan itu untuk datang. Ada beberapa pemain yang sudah saya catat. Nanti saya akan rekomendasikan mereka ke klub-klub. Kesan saya NTT potensi besar yang belum tergali," kata RD.

Di saat RD penasaran dengan pemain-pemain NTT, Coac Indra Sjafri, Pelatih Bali United justru galau. Keinginannya untuk datang menonton final turnamen gagal, hanya karena manajemen terlambat membeli tiket.

"Tolong pemain-pemain yang sudah ada dicatat baik-baik. Nanti nama-nama dan data diri mereka tolong kirim kepada saya. Saya sebenarnya ingin melihat secara langsung. Saya lagi cari center back dan gelandang," kata Indra Sjafri.

Mantan Pelatih Timnas U-19 ini sudah penasaran tentang potensi NTT sejak tahun 2013. Tak heran kalau Indra Sjafri sangat mendukung manajemen Bali United untuk menggelar event sepakbola di Kupang.

Lalu, seperti kata Om Fary Francis, apa yang mesti kita lakukan setelah ini? PSSI sedang merana. Organisasi sepakbola ini sedang kehilangan induk semangnya. Di saat roh sepakbola NTT sedang bergeliat, kita justru tak tahu hendak ke mana. Tapi, kita tak harus berada dalam sistem untuk mau berbuat.

Ketika Stadion Oepo, stadion kebanggaan masyarakat NTT merana karena tak dirawat, potensi pemain mesti dirawat. Tak bosan-bosannya kita harus berbuat untuk sepakbola NTT. Tarik mata nasional ke NTT. Buat mereka penasaran untuk datang. Berikan pesona kita agar mengikat mereka untuk tidak pindah ke lain hati.

Mantan Pemain PSK, Piter Fomeni dalam akun facebooknya menulis, "Barisan semakin kelihatan dan erat bersinergi. Orang-orang peduli bola mulai menggeliat demi sebuah mimpi besar majunya sepakbola NTT."

David Fulbertus, Owner Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang menulis, "Bukan hanya di Bali. Bali United pun eksis di Kupang-NTT. Bali United telah menjadi sponsor utama turnamen di Kupang. Owner Bali United Yabes Tanuri pun ikut hadir dalam acara tersebut."

"Kedepan selain di Bali, bukan tidak mungkin Bali United juga akan membangun akademi sepakbola di Kupang. Bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha gila bola di Kupang. Ini sebagai bentuk komitmen Bali United membangun sepakbola Indonesia."

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved