Truk-F Datangi Kejari Maumere Tanyakan Proses Hukum Kasus Kaegi
Pemilik toko ini dilaporkan ke polisi oleh TruK-F setelah menerima pengaduan 10 pekerjanya
POS KUPANG.COM. MAUMERE -Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) Maumere mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Selasa (1/9/2015). Mereka mempertanyakan kelanjutan proses hukum terhadap pemilik Toko Roti Kaegi, Budi Suhardi dan Desi Ranti Tanesib.
Pemilik toko ini dilaporkan ke polisi oleh TruK-F setelah menerima pengaduan 10 pekerjanya yang diduga mengalami tindak kekerasan seksual selama bekerja di Toko Roti Kaegi, Kota Maumere, Kabupaten Sikka.
Direktur TruK-F, Suster Eustochia datang bersama dengan Pater Octo Gusti Madung, SVD, staf Truk-F dan para korban. Mereka diterima Kasi Pidum, Noven V Bulan dan Kasi Intel Oka Wijaya dan Ahmad Jubair sebagai jaksa fungsional.
Dalam dialog itu, Suster Eustochia mempertanyakan kelambanan proses hukum terhadap kasus itu. Pasalnya dalam keyakinan TruK-F, saksi dan bukti sudah jelas. Suster Eustochia meminta Kejari Maumere segera menuntaskan kasus itu, memberikan kejelasan kepada para korban.
Hal yang sama disampaikan Pater Octo Gusti bahwa dalam pandangan sebagai orang awam, kasus itu sudah jelas terbukti. Bahwa pelaku tidak membayar gaji para karyawan, mempekerjakan anak di bawah umur dan melakukan tindak kekerasan seksual.
Noven Bulan yang memandu jalannya dialog dengan Truk-F membiarkan Truk-F menyampaikan segala keluhan, pikiran dan kekecewaan terkait jalannya proses hukum yang dilakukan Kejari Maumere.
Kejari Maumere, kata Noven Bulan, masih membutuhkan keterangan saksi ahli mana kala ada keraguaan terhadap keterangan saksi-saksi. Itu semua bagian dari proses yang harus dilalui. Sebab dalam keraguan, jaksa tidak bisa menyimpulkan sesuatu.
TruK-F juga mengeluhkan semakin molornya proses hukum terhadap tersangka pemilik Roti Kaegi dan tertundanya para korban kembali ke kampung halaman mereka masing-masing. Dua pekan lalu, tiga anak yang ditampung di TruK-F Maumere melarikan diri dan mendatangi Pos Kupang Biro Maumere. Mereka mengaku jenuh tinggal lama di TRuK-F dan ingin segera mencari pekerjaan agar bisa membantu orangtua mereka. (lik)