Minggu, 3 Mei 2026

“Mereka Pikir Aku Terlalu Gemuk, Bokongku Terlalu Besar”

Tak sedikit, model baru yang memilih menyerah karena tidak sanggup menghadapi berbagai rintangan serta kerikil yang menghalangi langkah mereka meraih

Tayang:
Editor: Alfred Dama
RTVGAMES.COM
Model asal Swedia, Agnes Hedengard, susah dapatkan pekerjaan di ranah mode karena dianggap tubuhnya terlalu gemuk. 

POS KUPANG.COM -- Merintis dan mempertahankan karier sebagai seorang Model, bukan sesuatu yang mudah.

Tak sedikit, model baru yang memilih menyerah karena tidak sanggup menghadapi berbagai rintangan serta kerikil yang menghalangi langkah mereka meraih sukses.

Seorang model wanita asal Swedia, Agnes Hedengard (19), mengaku sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan selama lima tahun belakangan ini. Alasannya, Hedengard dinilai terlalu gemuk untuk ukuran tubuh seorang model editorial dan katalog.

"Mereka pikir aku terlalu gemuk, bokongku terlalu besar, dan panggulku terlalu lebar," ujar Hedengard.

Anggapan tersebut terdengar konyol, mengingat indeks masa tubuh Hedengard ternyata di bawah ukuran normal, yakni 17,5 dengan tinggi badan 180 sentimeter.

"Di industri modeling, kau tak bisa nampak seperti ini," ujar Hedengard di video yang diunggahnya pada saluran Youtube.

"Aku harus lebih kurus. Aku banyak dihubungi oleh agensi dan klien besar yang tertarik ingin mempekerjakanku. Namun, ketika mereka memegang daftar ukuran tubuhku, ceritanya jadi berbeda," keluhnya.

Sebenarnya, Hedengard adalah model berbakat. Terbukti, dia berada di peringkat tiga besar Swedia Next Top Model yang diadakan tahun lalu. Dia telah merintis kariernya sebagai model semenjak berusia 15 tahun.

Sayangnya, Hedengard sendiri mengatakan pada majalah Veckorevyn bahwa dirinya tak lagi mendapatkan banyak pekerjaansebagai model. Alhasil, dia harus mencari pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yakni dengan menjadi asisten pada sebuah toko di Stockholm.

"Aku saat ini seperti kerja paruh waktu. Aku berhenti dari dunia modeling satu tahun belakangan. Dulu, aku jarang makan dan menghitung tiap kalori dari aktivitasku," ujarnya.

Hedengard bahkan berkata bahwa dirinya terus berolahraga setiap hari. "Aku punya pikiran anoreksia, tetapi aku mencoba melawan mereka. Ini sungguh sulit, tapi jika kau terus menghabiskan energi untuk pikiran seperti ini daripada mencintai dirimu sendiri, ini dapat menyakiti dirimu," urainya lebih lanjut.

Dari pengalamannya, Hedengard berkata bahwa dia belajar banyak mengenai kompetisi dalam kehidupan yang begitu keras tapi tidak inspiratif.

"Sekarang, aku bahagia dengan diriku apa adanya," pungkasnya. (metro.co.uk/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved