Jumat, 10 April 2026

Cegah Bentrok Susulan TNI Vs Polri, Pasukan Yonif 721 Ditarik ke Barak

Demi mencegah pecahnya bentrok susulan pasca-tewasnya Praka Yuliardi, 250 anggota Kompi Senapan B Yonif 721 Andi Makkasau, Polewali Mandar, ditarik ke

Editor: Alfred Dama
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayor Jendral (Mayjen) TNI Bachtiar. 

POS KUPANG.COM, POLEWALI MANDAR -- Demi mencegah pecahnya bentrok susulan pasca-tewasnya Praka Yuliardi, 250 anggota Kompi Senapan B Yonif 721 Andi Makkasau, Polewali Mandar, ditarik kembali ke barak.

Yuliardi adalah anggota Kompi Senapan B Yonif 721 Andi Makkasau, Polewali Mandar, yang tewas dalam bentrokan dengan aparat Polres Polewali Mandar di arena road race Kelurahan Manding, Minggu (30/8/2015) sore.

Keterangan tentang penarikan pasukan ini disampaikan Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar dalam jumpa pers bersama Kepala Polres Polewali Mandar AKBP Agoeng Adi Kurniawan di Markas Komando Kompi Senapan B Yonif 721 Polewali Mandar, beberapa jam setelah bentrokan, kemarin.

Pada kesempatan itu pula, Agoeng memastikan telah menarik senjata api milik dua anggotanya yang terlibat insiden penembakan yang menyebabkan Yuliardi tewas.

Pangdam yang semula dalam perjalanan pulang seusai mengikuti acara penanaman padi di Pinrang langsung berputar menuju Polewali Mandar saat mendengar kabar itu. Di hadapan pasukannya, Pangdam menegaskan tidak akan menoleransi siapa pun yang berani bertindak sendiri di luar komando.

"Saya ingatkan agar tidak satu pun anggota yang bertindak sendiri. Kita serahkan kasus ini sepenuhnya ke proses hukum yang ada," ujar Bachtiar.

Bachtiar pun menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika salah seorang personel TNI Kompi Senapan A Majene yang ikut menyaksikan balapan terlibat perang mulut dengan petugas kepolisian yang mengamankan lintasan balapan. Perang mulut itu berakhir damai setelah pimpinan kedua pihak turun tangan.

Namun, berselang 20 menit kemudian, beberapa meter dari lokasi, terdengar suara tembakan beberapa kali, hingga Yuliardi ditemukan terkapar bersimbah darah. Ada luka tembak di perut bagian kiri.

Kejadian ini memicu aksi solidaritas personel kedua pihak hingga bentrokan antar-aparat pun terjadi. Pasca-bentrokan itu, berbagai isu miring pun berseliweran di dunia maya hingga memicu kepanikan warga.

Salah satu isu yang beredar adalah tentang pembakaran Kantor Polres Majene dan Kantor Pos Polisi di Palippis, Polewali. Selain itu, ada isu sweeping aparat TNI yang mencari anggota polisi.

Menurut Pangdam, kini kondisi sudah ditertibkan. Pasukan pun langsung ditarik masuk ke barak.

Sementara itu, Kapolres menyatakan penyesalan atas kejadian yang merenggut nyawa anggota TNI tersebut.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved