31 Agustus Akhiri Masa Jabatan, Mbilijora-Matius Kitu Minta Maaf
Kepada seluruh rakyat yang telah memberikan kepercayaan, doa dan semangat partisipatif, kepada para anggota Forkopimda, seluruh pimpinan instansi
POS KUPANG.COM, WAINGAPU --Beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 31 Agustus 2015 adalah akhir dari masa kepemimpinan Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu, Sp.B sebagai bupati dan wakil bupati Sumba Timur. Keduanya menyampaikan terima kasih atas dukungan serta permohonan maaf kepada masyarakat atas kelalaian yang dilakukan.
Hal ini disampaikan Gidion Mbilijora dalam pidatonya ketika menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di lapangan Pahlawan Waingapu, Senin (17/8/2015) pagi.
Hadir dalam kesempatan itu, dr. Matius Kitu, Sp.B, pimpinan dan anggota DPRD, Kapolres Sumba Timur, Dr. Supriyanto, M.Si, Dandim 1601 Sumba Timur, pejabat instansi pemerintah dan BUMN, tokoh agama dan tokoh masyarakat, PNS, anak sekolah serta unsur masyarakat.
Gidion mengatakan kepercayaan rakyat untuk memimpin daerah telah dijalankan bersama seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa/kelurahan, yang didukung penuh oleh lembaga DPRD, Forkopimda, seluruh masyarakat, para pemangku kepentingan serta pemerhati pembangunan di daerah.
"Melalui kesempatan yang berahmat ini, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang telah bersama-sama meramu dan merumuskan kebijakan pembangunan di daerah. Kepada seluruh rakyat yang telah memberikan kepercayaan, doa dan semangat partisipatif, kepada para anggota Forkopimda, seluruh pimpinan instansi vertikal beserta jajarannya, pimpinan SKPD, camat, kepala desa dan lurah bersama seluruh staf," kata Gidion.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Wakil Bupati, dr. Matius Kitu, Sp.B yang sejak awal pelantikan sampai selesainya masa jabatan tetap berkomitmen untuk menjaga kebersamaan dalam melayani kepentingan masyarakat.
Gidion juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan lembaga agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan LSM, insan pers dan para pemangku kepentingan, kepala sekolah dan bapak ibu guru, dokter, perawat dan bidan.
"Kami menyadari bahwa kami hanyalah manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu atas nama pemerintah, pribadi dan keluarga, saya bersama bapak wakil bupati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan dan keterbatasan kami baik melalui perkataan, perbuatan dan kelalaian kami selama memimpin daerah," kata Gidion.(aca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gidion-mbilijora-matius-kitu_20150818_075509.jpg)