Kabinet Jokowi
Jokowi Ingin Benahi Ekonomi
Perombakan kabinet bentuk keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenahi ekonomi Indonesia.
NEWS ANALYSIS Oleh FABBY TUMIWA
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR)
POS-KUPANG.COM, JAKARTA --- Perombakan kabinet bentuk keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenahi ekonomi Indonesia.
Apalagi, bila menilik data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen, melambat dibanding pertumbuhan ekonomi pada periode sama tahun lalu yang mencapai 5,14 persen.
Ditambah lagi nilai tukar rupiah melemah atas dollar Amerika Serikat. Rupiah semakin tak bertenaga siang ini (12/8/2015). Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot jeblok ke level 13.803. Ini merupakan level terlemah sejak Agustus 1998.
Tugas berat ada di tim ekonomi yang dipimpin Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Termasuk kekuatan sinergi dengan Menko Maritim yang baru dilantik Jokowi, Rizal Ramli.
Menko Perekonomian punya pengalaman di birokrasi dan punya pengetahuan baik tentang fiskal dan moneter. Menko Maritim, minim pengalaman birokrasi walaupun pernah jadi menteri era Gus Dur, tapi capable untuk isu ekonomi.
Tantangannya adalah memadukan kerja Menko Perekonomian dan Menko Maritim, supaya bisa bergerak selaras dan cepat. Penting juga para menteri melakukan penyesuaian dan mempercepat implementasi rencana kerja until sektor prioritas yang sudah ditetapkan Presiden Jokowi.
Saat ini kapasitas dan kapabilitas menteri diuji karena situasi ekonomi sangat tidak menentu dan ekonomi Indonesia terpuruk. Semoga menteri baru dapat membawa Indonesia keluar dari gejolak ekonomi dengan aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/faby-tumiwa1_20150813_074529.jpg)