Selasa, 19 Mei 2026

DKP Ende Kembangkan Garam Pada Lahan Seluas 30 Hektar

Kornelis menjelaskan, untuk pengembangan garam yang ada, saat ini dalam tahap persiapan lahan dan juga

Tayang:
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM, ENDE -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Ende mengembangkan garam di dua desa, yakni Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria di lahan seluas 22 hektar (Ha), dan di Desa Magekapa, Kecamatan Maukaro di lahan seluas 8 Ha. Total luas lahan untuk pengembangan garam di Kabupaten Ende tahun 2015 seluas 30 Ha.

Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, Kornelis Wara, mengatakan hal itu ketika ditemui di Ende, Jumat (7/8/2015).

Kornelis menjelaskan, untuk pengembangan garam yang ada, saat ini dalam tahap persiapan lahan dan juga administrasi. Rencananya pada pertengahan Agustus 2015 lahan garam yang ada sudah bisa dioperasikan.

Menurut Kornelis, program pengembangan garam akan dilakukan dengan sistem geomembran atau moderen. Hal ini berbeda dengan proses pengembangan garam pada tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan cara manual. "Untuk saat ini sudah tidak ada lagi menggunakan terpal seperti sebelumnya," kata Kornelis.

Dengan sentuhan yang lebih moderen, jelas Kornelis, diharapkan produksi maupun mutu garam jauh lebih baik sehingga harapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Puji Astuti, yang mengharapkan agar mandiri dalam hal produksi garam dapat tercapai.

"Secara nasional pemerintah mengharapkan agar tidak ada lagi impor garam. Untuk itu pemerintah memperkuat produksi garam daerah yang salah satunya di Kabupaten Ende," kata Kornelis. Dijelaskannya, dana untuk pengembangan garam di Kabupaten Ende berasal dari APBN RI Tahun Anggaran (TA) 2015 senilai Rp 800 juta.

Mengenai investor yang akan membeli garam petani, Kornelis mengatakan, pihaknya telah membangun komunikasi dengan PT Garam dari Madura-Jawa Timur. Perusahaan itu yang nantinya akan menampung garam para petani garam di Kabupaten Ende apabila sudah diproduksi.

Menurut Kornelis, untuk investor sebenarnya sudah tidak masalah karena sudah ada investor yang telah bersedia membeli garam para petani. Yang terpenting saat ini adalah pelaksanaan produksi maupun mutu garam yang akan diproduksi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Kosmas Nyo, ditemui terpisah, mengatakan, belum ada investor garam yang datang ke Ende. (rom)

Tags
Ende
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved