Sabtu, 6 Juni 2026

"Saya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya Kepada Seluruh Rakyat Manggarai"

Rangkaian pamitan kepada masyarakat mengakhiri masa tugas 10 tahun memimpin Manggarai dilakukan Bupati dan Wabup Manggarai, Drs.Christian Rotok dan Dr

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Rangkaian pamitan kepada masyarakat mengakhiri masa tugas 10 tahun memimpin Manggarai dilakukan Bupati dan Wabup Manggarai, Drs.Christian Rotok dan Dr.Deno Kamelus,SH MH. Pasangan 'abadi' menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat Manggarai.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Manggarai. Kalau kami telah salah menerjemahkan kehendak masyarakat," ucap Christian Rotok, kepada masyarakat Kampung Teras, Kecamatan Rahong Utara, Selasa (4/8/2015).

Chris, didampingi Wabup, Deno Kamelus, Sekretaris Daerah Manseltus Mitak, SH, memanfaatkan acara peletakan batu pembangunan Kapela Teras. Mereka diundang Pastor Paroki Beokina, Romo John Samur, Pr. Daripada masyarakat disibukkan dua kali, Chris mengatakan lebih tepat manfaatkan momentum tersebut.

Chris, melitanikan lagi asal-usulnya. Ayahnya mantan pegawai rendahan asal Kampung Laci kebetulan bekerja di Kantor Peternakan Manggarai. Demikian pula Deno Kamelus, anak petani yang tinggal di kampung yang dididik dan dibesarkan sebagai anak kampung.

Mereka minta maaf, apabila sepekterjang sebagai anak kampung yang tidak mampu memberi harapan yang kepada banyak orang. Mereka turunan 'darah biru'.

"Bapak saya pegawai golongan satu. Rejeki sekali, kemudian saya jadi pegawai. Pak Kamelus juga begitu bukan dari turunan raja. Kami tentu bukan orang yang luar biasa bagi orang Manggarai," tandas Chris.

"Saya mohon maaf yang sebesarnya kepada seluruh rakyat. Karena Manggarai bukan dipimpin oleh dua orang keturunan raja," tegasnya lagi.

Chris mengaku tak malu membeberkan asal-usulnya ketika rakyat Manggarai mempercayainya dengan Kamelus, dua periode memimpin Manggarai. Meski anak kampung, masyarakat bisa menilai mereka tidak bersikap kampungan mengelola roda pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved