Krisis Air di Sikka sudah Sampai ke Kawasan Pegunungan
Krisis air yang melanda desa-desa di Kabupaten Sikka bukan saja dialami oleh warga masyarakat yang tinggal di pesisir-pesisir pantai, melainkan juga m
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Krisis air yang melanda desa-desa di Kabupaten Sikka bukan saja dialami oleh warga masyarakat yang tinggal di pesisir-pesisir pantai, melainkan juga masyarakat yang tinggal di kaki gunung.
Marselinus (55), warga Iligai, Desa Hokor, Kecamatan Bola kepada Pos Kupang Senin (3/8/2015) sepintas menceritakan kesulitan air masyarakat Iligai.
"Kami tinggal di gunung,tetapi tidak ada air. Kami ambil air di Todang (kampung tetangga-red)," ujar Marselinus bertemu di Desa Nele Wutung, Kecamatan Nele, Sikka.
Satu sampai dua jam Marselinus bersama putranya berjalan kaki dari Kampung Iligai menuju ujung jalan rabat di Desa Nele Wutung, Kecamatan Nele, Sikka. Dia bersama putranya memikul karung Labu Jepang untuk dijual ke Pasar Kota Maumere, pagi ini, Selasa (4/8/2015).
Sebanyak 30 keluarga dari kampung Iligai bersama dengan puluhan keluarga dari kampung tetangga berbondong-bondong memikul Labu Jepang untuk dijual ke Kota Maumere.
"Kami simpan dulu karung di sini, besok jam 2 dan jam 3 pagi mobil datang ke sini,'' cerita Marsel di depan tangga Replika Kota Betlehem di Nelewutung, Maumere.
Jika mereka harus menunggu kendaraan di Hokor, kata Marsel, maka mereka berjalan kaki dua sampai tiga jam. Belum ada akses jalan menuju ke kampung itu hingga saat ini.
"Tidak ada jalan raya, oto tidak pernah masuk. Motor juga tidak ada di sana," cerita Marsel.
Selain tidak ada jalan raya, masyarakat Iligai juga kesulitan menyekolahkan anak-anak mereka. Sebab harus berjalan berkilo-kilometer menuju ke sekolah terdekat.
Natalius, salah satu putranya yang sebelumnya sekolah di Wutik, kemudian kini pindah ke Hokor. Namun sampai saat ini, Natalius belum masuk sekolah, sementara teman-teman lainnya sudah mulai mengikuti pelajaran seperti biasa.
"Dia sudah pindah, tetapi belum daftar ke sekolah yang baru," ujar Marselinus.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-mandi-dan-cuci-di-kali_20150802_222742.jpg)