Jokowi ke NTT

Jokowi: Kuncinya Harus Ada Air

Presiden Jokowi menegaskan, pertanian dan peternakan di NTT hanya bisa berkembang jika ada bendungan atau waduk dan embung.

Jokowi: Kuncinya Harus Ada Air
FOTO POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Tampak Ny. Iriana Widodo sedang membagi-bagikan sembako kepada warga kurang mampu di Desa Manusak, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (25/7/2015). 

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pertanian dan peternakan di NTT hanya bisa berkembang jika ada bendungan atau waduk dan embung.

"Kuncinya harus ada air. Karena itu, tahun ini juga akan dibangun tujuh bendungan dan 100 waduk di NTT. Kemarin saja sudah mulai 1.000 sumur di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Saya tanya sudah 230 sumur yang dibuat," jelas Jokowi, di depan Kantor Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (25/7/2015) siang.

Jokowi berkunjung ke Kupang, dalam rangka memastikan perkembangan pelaksanaan proyek pembangunan Bendungan Raknamo senilai hampir Rp 700 miliar. Sebelumnya tanggal 20 Desember 2014, Presiden Jokowi ke Kupang untuk melaksanakan groundbreaking di lokasi Proyek Pembangunan Bendungan Raknamo.

Menurut Jokowi, NTT adalah daerah tandus dan sangat minim persediaan air. Baik untuk kebutuhan air bersih maupun untuk pengairan dan peternakan. "Kalau sudah ada air, baru kita bicara. Mau tanam padi, bisa. Mau tanam shorgum, sangat bisa. Mau tanam jagung dan lain-lain juga pasti bisa. Jadi, syaratnya harus ada air," tandas mantan Walikota Solo ini.

Dampak ikutannya, jika ada air, lanjut Jokowi, peternakan bisa dikembangkan. Sebab, sudah ada tanaman hijau untuk pakan ternak. "Jika pertanian dan peternakan sudah maju berkat ada air, tentu berdampak juga pada penurunan kasus gizi buruk. Itu dampak ikutan lainnya jika ada air," tambahnya.

Jokowi mengatakan, NTT mempunyai masalah besar dengan yang namanya air. Kondisi alam NTT yang kering dan tandus sangat membutuhkan ketersediaan air yang cukup melalui pembangunan waduk, bendungan, embung dan sumur.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, masyarakat NTT harus mendukung rencana pembangunan bendungan atau waduk dan embung, termasuk pembangunan Bendungan Raknamo.

"Kalau tidak ada air, sampai kapanpun masalah di sini tidak akan selesai," tandas Jokowi.
Kalau bicara tanam tanaman, budidaya ternak, tetapi fondasinya tidak dibangun, kata Jokowi, hal itu patut dipertanyakan.

Hasilnya tentu tidak maksimal dan masalahnya tetap yang itu-itu saja. "Oleh karena itu, saya datang lagi karena ingin memastikan, proyek Bendungan Reknamo berjalan atau tidak. Progresnya seperti apa. Termasuk enam waduk yang juga rencananya segera menyusul untuk dibangun," kata Jokowi.

Sarapan Sehat
Untuk mengatasi kasus gizi buruk jangka pendek di NTT, kata Jokowi, ia telah membuat program Sarapan Sehat. Program ini untuk anak-anak PAUD, TK dan SD.

"Program Sarapan Sehat ini khusus untuk NTT. Tadi pagi saya sudah telepon Mendikbud RI, saya tanyakan apakah programnya sudah siap, dijawab sudah siap. Jadi, dalam tahun ajaran baru ini, program ini sudah bisa diluncurkan. Untuk lebih jelas, silakan tanya kepada Mendikbud," jelas Jokowi.

Soal masalah tanah di lokasi proyek Bendungan Raknamo yang tidak bisa diselesaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Jokowi mengatakan, sudah memerintahkan Gubernur NTT untuk mengambil alih masalah tersebut.

"Jadi soal tanah, saya minta Gubernur NTT ambil alih. Nanti saya tunggu laporan, harus selesai secepatnya," tandas Jokowi.

Ditanya izin pinjam pakai lahan hutan produksi bagi proyek Bendungan Raknamo yang belum diterbitkan Menteri Kehutanan, Jokowi memastikan dalam waktu beberapa hari ke depan izin itu sudah terbit. "Saya perintahkan secepatnya (izin) diterbitkan. Ini untuk kepentingan rakyat banyak. Pasti segera keluar izinnya," jelas Jokowi.

Sebelum meninjau proyek Bendungan Raknamo di Kupang Timur, Presiden Jokowi dan istri Ny. Iriana Widodo, ditemani Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan istri Ny. Lucia Adinda Lebu Raya, berkunjung ke PT Semen Kupang di Kecamatan Alak dan Kampung Nelayan di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved