Perempuan GMIT Hadiri Work Shop Leadership
Sebanyak 30 orang perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Flores mengikuti Workshop Leadership dan Spiritual Perempuan yang berlangsung
Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa
POS KUPANG.COM, ENDE -- Sebanyak 30 orang perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Flores mengikuti Workshop Leadership dan Spiritual Perempuan yang berlangsung di Gereja Shyaloom Ende, Rabu (22/07/2015).
Ketua Panitia, Dikson O. Amtiran,SH dalam laporannya pada saat pembukaan kegiatan mengatakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan potensi kepemimpinan dan spiritualitas perempuan serta mengorganisir potensi kepemimpinan perempuan.
Dikatakan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dalam sejarah perjalanan pelayanan selalu mengalami hambatan tantangan dan persoalan yang datang silih berganti walaupun begitu GMIT melalui Gereja-Gereja yang tersebar di daerah-daerah perkotaan hingga pelosok pedesaan selalu berupaya untuk bertumbuh ditengah-tengah berbagai kemajemukan dan kompleksitas permasalahannya.
Dikatakan salah satu modal utama yang dimiliki GMIT adalah modal kepemimpinan berdasarkan Spiritualitas dimana Yesus Kristus merupakan modal kepemimpinan. Model kepemimpinan ini memiliki visi yang mampu memberi nilai Cipta, Rasa, Karsa dan Karya ditengah-tengah jemaat.Kepemimpian yang selama ini diterapkan dalam persekutuan Jemaat,Persekutuan rayon,Persekutuan dalam keluarga baik itu melalui kelompok kategorial maupun fungsional dapat menyentuh berbagai dimensi kehidupan seperti Kultur,Ekonomi dan Sosial.
Hal ini merupakan model kepemimpinan yang bukan bersifat transaksional melainkan transformasional dan visoner, kepemimpinan yang tidak dipahami sebagai sebuah kedudukan atau jabatan yang besar tetapi merupakan peran dan tanggungjawab terhadap sebuah pekerjaan Tuhan di muka bumi.
Dikatakan kegiatan work shop Leadership dan Spritualitas Perempuan Seklasis Flores yang bertempat di Gereja Shyaloom Ende merupakan sebuah momentum untuk belajar sambil berbenah diri,dan lebih lanjut pelatihan ini akan menggugah kesadaran bahwa kepemimpinan juga dimaksudkan sebagai sebuah kondisi dimana orang-orang yang tidak memiliki jabatan tetapi dapat melakukan pekerjaan dan menunjukan tanggungjawabnya serta memberi pengaruh kepada orang-orang disekitarnya.
Sementara itu Bupati Ende, Ir. Marsel Petu pelaksanaan kegiatan Workshop Leadership dan Spiritualitas Perempuan Flores,yang berlangsung di Gereja Syaloom Ende merupakan suatu momentum yang sangat berharga dan memiliki arti serta nilai tersendiri.
Dikatakan gereja, termasuk Gereja Injili di Timor (GMIT) semakin eksis di tengah-tengah tantangan Zaman yang semakin besar dan kompleks.
Dikatakan salah satu kekuatan Gereja yaitu Gereja mampu membaca tanda-tanda Isyarat Zaman, Gereja mampu memberi arah dan pedoman bagi perubahan Kehidupan jemaatnya,sehingga hari demi hari dapat menyesuaikan diri secara dinamis.
Kegiatan Workshop Leadership dan Spiritulitas perempuan Klasis Flores yang bertempat di Gereja Syaloom merupakan suatu momentum untuk belajar sambil berbenah diri,dan lebih lanjut pelatihan ini akan menggugah kesadaran kita tentang arti kepemimpinan.Kepemimpinan yang dimasud yaitu sebuah Kepemimpinan spiritual dimana Yesus Kristus merupakan model kepemimpinan yang bersifat transaksional melainkan kepemimipinan yang transformasional dan visioner,ujar Bupati Marsel .
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ende, Herman Yoseph Wadhi, Kapolres Ende, AKBP Johanes Bangun, Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Tri Handoko.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gmit-logo_20150723_150557.jpg)