Daniel Woda Pale Minta Hidupkan KUD di NTT

Gerakan KUD itu kini telah redup dan sesepuh masyarakat Sikka itu meminta agar KUD kembali dihidupkan di NTT.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/ENOL AMARAYA
Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dikalungi selendang saat tiba di Alun-alun Kantor Walikota Kupang, Senin (27/4/2015) lalu. Menteri berada di Pemkot Kupang untuk melaunching Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). 

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Pada masa kepempimpinan Drs. Daniel Woda Pale sebagai Bupati Sikka, Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Sikka cukup terkenal bahkan di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan KUD itu kini telah redup dan sesepuh masyarakat Sikka itu meminta agar KUD kembali dihidupkan di NTT.

Diwawancarai Pos Kupang pada hari jadinya ke-76, Kamis (9/7/2015) di kediamannya di Kota Maumere, Dan Pale dengan antusias menceritakan kejayaan KUD semasa kepemimpinan Lorens Say.

"Di mana-mana saya selalu omong filosofi hidup ini. Bahwa hari ini ada karena hari kemarin. Apa yang kita buat hari ini akan menentukan hari esok. Jadi kalau Anda mau berhasil, mari kita lihat ke belakang. KUD masa Lorens Say itu sangat populer," kata Dan Pale mengawali perbincangan.

Lorens Say, kata Dan Pale, merupakan bapak koperasi di Sikka. Program KUD yang Berjaya pada kepemipinannya (Dan Pale, Red), merupakan kejayaan program yang telah dirintis dan dibesarkan Lorens Say.

"Lorens Say itu bapak koperasi di Sikka. Saya yang bilang, Lorens Say itu bapak koperasi. Jangan tulis saya, saya hanya melanjutkan program Lorens Say. Dulu Lorens Say pernah menjadi BUK (Badan Urusan Koperasi) sedaratan Flores di Ende. Lorens Say pernah dikirim pemerintah Indonesia ke Bangkok dan Manila, Lorens Say benar-benar hebat. Bukan saya yang hebat," kata Dan Pale.

Tiga program Lorens Say yang dipertahankan dan dilanjutkan oleh Dan Pale adalah tri program Lorens Say, yakni penghijauan atau terasering, koperasi unit desa (KUD) dan dana kesehatan masyarakat (DKR).

Kala itu, program KUD cukup popular. Semua petani kopra kala itu menjadi anggota KUD. KUD sangat dekat dengan kebutuhan para petani, sangat mendukung pekerjaan mereka sebagai seorang petangi.

Sedangkan program DKR ala Lorens Say kemudian dilanjutkan Dan Pale, dinilainya tidak berhasil karena mental masyarakat yang cukup licik dan tidak jujur dalam mengikuti program asuransi kesehatan ala Lorens Say itu.

Dan Pale mengaku mempertahankan dan melanjutkan tri program Lorens Say semuanya. Dan Pale berulangkali mengungkapkan dirinya banyak belajar dari Lorens Say, bupati pertama, raja-raja terakhir di Sikka.

Dalam kepempimpinan Dan Pale, dia meneruskan program Lorens Say. Hal yang sama diharapkannya kepada para pempimpin saat ini, untuk berkaca kepada program pempimpin sebelumnya. Melihat kekurangan dan kelebihan.

Jika tidak melihat program kepemimpinan bupati terdahulu, kata Dan Pale, ibarat membaca buku, orang tidak akan melangkah dari membaca Bab I atau melompat ke Bab II. Padahal Bab II itu tidak terpisahkan dari Bab 1.

Dan Pale mengungkapkan filosofi manajemen kepemimpinan itu hanya menyangkut tiga hal, yakni selamatkan masyarakatnya, selamatkan harta bendanya dan selamatkan wilayahnya.
Salah satu program penting semasa Dan Pale, selain KUD adalah program transmigrasi, mengurus tempat tinggal masyarakat dimana pertumbuhan penduduknya tidak merata di beberapa titik desa di Sikka.

Dari program translok selanjutnya Dan Pale mendatangi Papua, Sulawesi dan Kalimantan untuk mengikuti program transmigrasi nasional bagi masyarakat Sikka.

Kembali kepada persolan KUD, keberhasilan KUD di zamannya, menurut Dan Pale, semua itu berkat adanya kerja sama. "Pegang juga filosofi ini, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain," kata Dan Pale.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved