Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Penjualan Sapi di TTS Kok Beda

harga penjualan di tingkat peternak hanya Rp 25.000 - Rp. 27.000/kg sementara harga patokan pemerintah Rp 29.000/kilogram.

Tayang:
Editor: Ferry Jahang
POS KUPANG/FERRY JAHANG
SAPI- Sapi yang khusus untuk penggemukan memiliki bobot 450 kg. Untuk mencapai bobot tersebut hanya membutuhkan waktu 100 hari. Sapi ini diberi makanan berupa limbah nenas, bungkil kopra, kelapa sawit dan lainnya 

POS KUPANG.COM, KUPANG--Anggota DPRD NTT mensinyalir ada mafia penjualan sapi di Molo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) karena harga penjualan di tingkat peternak hanya Rp 25.000 - Rp. 27.000/kg sementara harga patokan pemerintah Rp 29.000/kilogram.

"Tolong pemerintah memantau harga di lapangan sehingga tidak merugikan masyarakat. Kondisi ini diperoleh dari masyarakat di Molo dan Kapan, TTS.," tegas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT dari Fraksi Hanura, Jimi Sianto, S.E, MM pada rapat paripurna DPRD NTT, Senin (6/7/2015).

Berkenaan dengan program Pemerintah Provinsi NTT menjadi provinsi ternak lanjut Sianto, tentunya berharap memacu peternak untuk memelihara ternak sapi sebanyak-banyaknya. Dengan demikian akan berimbas pada peningkatan pendapatan para peternak sapi itu sendiri.

Menurut Sianto, kondisi tersebut sudah sangat meresahkan para peternak. "Harusnya pemerintah memantau harga ini, bukan membantu tapi buat sengsara. Saya berharap pemerintah pantau langsung kondisi di lapangan sehingga program berjalan baik, ini baru di Molo, mungkin juga di daerah lain mengalami hal serupa," kata Jimi.

Kepala Dinas Peternakan NTT, Dani Suhadi, ketika dimintai tanggapannya menjelaskan, harga Rp 29.000/kilogram itu bukan harga yang ditentukan pemerintah, tetapi harga minimal referensi. Pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap pengusaha tertentu untuk menekan harga penjualan sapi.

"Itu kan kebebasan dari pelaku usaha untuk menawarkan ke peternak. Jadi bukan pemerintah intervensi pengusaha untuk beli di bawah harga referensi. Penawaran itu mungkin sesuai kualitas hewan sapi tersebut dan hasil negosiasi antara pembeli dengan penjual di lapangan," kata Suhadi.

Ketika ditanya soal kerjasama antara Pemprov NTT dengan DKI Jakarta untuk pasokan ternak sapi, Suhadi menjelaskan, kerjasama tetap dilakukan. Hingga Juni 2015, pengiriman sapi ke DKI Jakarta sudah mencapai 12.000 ekor dan untuk BUMN di Jakarta sebanyak 300 ton dalam bentuk daging yang sudah dibekukan untuk pemasaran di supermarket yang ada di Jakarta. (yon)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved