Evaluasi Program Dukungan AIPMNH di NTT

Romo Nus dan Gerakan Sayang Mama

Seminar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ekapata, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat itu sungguh

Penulis: Dion DB Putra | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/DION DB PUTRA
Sebagian peserta dari kabupaten dan kota di Provinsi NTT yang mengikuti evaluasi program dukungan AIPMNH di Sanur, Bali, Rabu (27/5/2015). 

Melalui program ini petugas kesehatan mendapat pelatihan di bidang layanan non-klinis antara lain mengenai prosedur operasional standar, etika, transparansi dan kerja sama tim serta dukungan untuk pembentukan Badan Penyantun Puskesmas (BPP) yang memberi informasi kepada pasien mengenai hak mereka serta advokasi bagi Puskemas. Praktek cerdas Reformasi Puskemas antara lain sudah tercipta di Puskemas Pasir Panjang, Kota Kupang dan Puskemas Wolowaru, Kabupaten Ende melalui kehadiran Rumah Tunggu "Napa Ana", tempat ibu hamil berteduh.

Melalui program Sister Hospital, AIPMNH membantu 11 RSUD kabupaten di NTT dengan mengontrak tim spesialis dari beberapa rumah sakit ternama di Indonesia, misalnya RS Dr. Sutomo Surabaya dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, guna menangani kasus-kasus emergensi dan mengembangkan kapasitas teknis tenaga kesehatan rumah sakit. Tim tersebut memberi pelatihan bidang-bidang seperti penanganan emergensi tingkat lanjut, anestesi, transfusi darah dan pengendalian infeksi. Melalui pengembangan dan pelatihan mengenai SOP, program Sister Hospital ingin mewujudkan standar klinis yang lebih baik dan memperkuat sistem penyajian layanan kesehatan dan pelayanan medis.

Manfaat program Sister Hospital sudah dirasakan masyarakat. Sebut misalnya pasien ibu hamil di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang alami komplikasi tidak perlu lagi dirujuk ke Kota Kupang karena sudah bisa ditangani RSUD SoE. Sebelum program Sister Hospital tahun 2010, RSUD SoE menangani sekitar 200 persalinan selama enam bulan.

Pada tahun 2012, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat yaitu 537 persalinan. Sebelumnya, RSUD SoE tidak mampu menangani operasi caesar. Namun, pada paruh kedua 2012, ada 182 dari 537 persalinan melalui operasi caesar. Tanpa operasi caesar, mungkin banyak dari ibu dan bayi tersebut sudah pergi mendahului kita. (dion db putra/bersambung)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved