Selasa, 7 April 2026

Terminal Haumeni TTS Mati Suri Muncul Travel Gelap

Bersama pihak Polres TTS, ia mengatakan, sudah melakukan operasi penertiban travel liar, namun selalu muncul kembali.

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Para penumpang Pasar Lekebai, Sabtu (18/4/2015) turun dari mobil pick up setelah mobil mereka ditahan di Kali Wajo, Kecamatan Mego, Sikka. 

POS KUPANG.COM, SoE-- Saat ini sekitar 80 mobil travel gelap yang beroperasi dalam Kota SoE. Fakta ini menjadi penyebab utama Terminal Haumeni mati suri.

"Saat ini jumlah bus Angkotan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Kota SoE langsung turun drastis hingga menyisakan delapan unit bus," kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan TTS, Yerry Nakamnanu di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2015).

"Sudah sejak tahun lalu, Terminal Haumeni mengalami mati suri. Banyak mobil travel gelap yang beroperasi di sini. Jumlah bus AKDP pun langsung menurun drastis karena kalah bersaing dengan travel gelap. Bus yang ada pun sudah tidak lagi masuk terminal, tetapi langsung menjemput penumpang di kota," kata Yerry.

Yerry mengatakan, mobil travel gelap yang beroperasi di SoE, hampir semua berasal dari Kota Kupang. "Jarak Kupang-SoE yang sangat ideal menyebabkan banyak mobil pribadi berubah fungsi menjadi mobil penumpang meski tanpa izin. Apalagi banyak penumpang yang lebih memilih gunakan mobil travel," katanya.

Bersama pihak Polres TTS, ia mengatakan, sudah melakukan operasi penertiban travel liar, namun selalu muncul kembali.

"Kami sudah beberapa kali melakukan penertiban bersama pihak Satlantas Polres TTS untuk menertibkan keberadaan travel gelap, namun tetap saja hari ini ditertibkan, besok muncul kembali. Travel gelap yang biasanya parkir di depan Terminal Haumeni, Jalan Soekarno, depan Bank NTT dan Jalan A Yani merupakan travel gelap yang mengantar penumpang dari Kupang ke SoE pergi pulang. Namun mereka mencari lagi penumpang dari SoE yang hendak ke Kupang agar saat pulang mobil tidak kosong.

Ketika disinggung tentang upaya mengaktifkan kembali Terminal Haumeni, Yerry mengatakan, sudah mencoba berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi agar travel gelap mendapat izin eksekutif untuk diarahkan ke terminal.

"Kalau saja perhubungan provinsi mau mengeluarkan izin AKDP eksekutif, maka kita akan mengarahkan mobil travel untuk masuk ke terminal sehingga terminal bisa hidup kembali. Namun jika izin ini tidak dikeluarkan, maka kami akan menjadi sulit untuk mengontrol dan mengawasi keberadaan travel gelap," kata Yerry.

Pantauan Pos Kupang, tampak Terminal Haumeni hanya menjadi arena untuk berlatih kendaraan dan arena bermain sepakbola. Tidak tampak satu bus yang masuk dan parkir di terminal ini. Tampak beberapa fasilitas terminal juga sudah rusak akibat tak dirawat. (dd)

STORY HIGHLIGHTS
* Tinggal 8 Bus AKDP
* Jemput ke Rumah Penumpang
* Sudah Operasi tapi Muncul Kembali

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved