Jumat, 10 April 2026

Polisi Ringkus Nerman, Pelaku Tabrak Lari di Jalan El Tari Maumere

Nerman diringkus di rumahnya, belakang Sonia Maumere, Jumat (24/4/2015). Selain Nerman,

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, MAUMERE -Aparat Satlantas Polres Sikka meringkus Gabriel Vet Venerman alias Nerman (17), sopir mobil grand max yang menabrak Hermanus Mone Ama Paul (30) hingga tewas, Minggu (12/4/2015) lalu.

Nerman diringkus di rumahnya, belakang Sonia Maumere, Jumat (24/4/2015). Selain Nerman, polisi juga menangkap empat saksi yang bersama Nerman di mobil saat kejadian.
Orang tua Nerman yang ditemui Pos Kupang di Mapolres Sikka, Jumat (24/4/2015) sore, mengaku tidak diberitahu kalau mobil yang dibawa anaknya menabrak orang hingga meninggal dunia di Jalan El Tari Maumere.

"Saya sebagai ayahnya tidak pernah diberitahu oleh Nerman kalau dia menabrak orang di Jalan El Tari, Minggu (12/4/2015) sore. Sore itu Nerman masih sempat mengantar saya di tempat arisan keluarga di belakang Hotel Sylvia Maumere. Saya masih sempat pesan dia kembali ke rumah lalu pukul 18.00 Wita jemput saya di tempat arisan. Selesai arisan dia tidak jemput saya, lalu saya kembali ke rumah dijemput orang pakai motor. Saat saya tiba Nerman ada duduk di depan rumah. Dia tidak cerita dan tidak omong ke saya. Dia malah biasa-biasa saja. Nerman anak saya yang bungsu sudah lama mengemudi mobil pribadi kami. Kalau tidak ada sopir dia yang bawa. Saya dan mamanya kalau ada keperluan di rumah," papar ayah Nerman.

Menurutnya, ia terkejut dan tahu kalau polisi siang harinya ke rumah dan menyampaikan kalau ingin membawa Nerman ke kantor polisi karena menabrak orang di Jalan El Tari.
Ayah Nerman sempat berkali-kali meminta maaf kalau perbuatan anaknya telah menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Saya ini beli mobil untuk ke pasar beli kuda lalu jual lagi.Mobil ini sudah tujuh tahun dan ada sopirnya. Senin-Kamis mobil di tangan sopir lalu Jumat, Sabtu dan Minggu mobil ada di rumah dan Nerman yang sering antar saya dan mamanya kalau ada keperluan. Sejak kejadian itu Nerman tidak beritahu tapi pada Kamis (23/4/2015) malam, saya dan sopir ke Darat Gunung di Talibura. Dalam perjalanan saya rasa ban mobilnya oleng dan selama ini kami jalan tidak pernah oleng tapi malam itu bannya oleng dan saya rasa sekali. Sopir sempat bilang ke saya kalau bannya tidak biasanya oleng. Mungkin ini tanda dan siangnya Nerman dijemput polisi," ujarnya.(ris)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved