Rabu, 8 April 2026

Polisi Menunggu Hasil Labfor Soal Penyebab Meledaknya Kapal Hikam 2

Ia mengatakan, ada petunjuk bahwa kapal meledak dari dalam dan kemudian ada dugaan penggunaan

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM, LARANTUKA -Kepala Kepolisian Resort (Polres) Flotim, AKBP Dewa Putu Gede Artha, S.H mengatakan, untuk mengetahui kepasatian penyebab meledak hingga terbakarnya KM Hikam 2 pada Februari 2015 lalu masih menunggu kerja tim laboratorium forensik Denpasar.

"Hingga kini kita belum tahu penyebab KM Hikam 2 terbakar. Kita masih menunggu hasil labfor Denpasar,"kata Kapolres Flotim, AKBP Dewa Putu Gede Artha, SH yang dihubungi melalui Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Erna Romakia, Senin (6/4/2015).

Ia mengatakan, ada petunjuk bahwa kapal meledak dari dalam dan kemudian ada dugaan penggunaan handphone atau panasnya kapal atau api. Namun, semua itu baru sebatas dugaan yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. "Karena itu kita menunggu hasil labfor,"katanya.

Mengenai ada dugaan, kelalain pihak syahbandar, selain tidak melakukan tugasnya untuk melakukan pengawasan juga perekaman data quota BBM yang berbeda antara syahbandar dan Pertamina, Erna tidak mengomentari. Pihak syahbandar merekam hanya 15 ton premium sedangkan pihak Pertamina merekam ada 15 ton premium, 5 ton minyak tanah dan 10 ton solar.

Untuk mendapatkan data yang akurat, kata Erna, pihak telah memintai keterangan semua pihak. "Sekarang penyidik sedang olah data,"kata Erna.

Informasi yang dihimpun wartawan di Pelabuhan Larantuka menyebutkan, proses muat BBM di Pelabuhan Larantuka, baik ke Solor, Adonara dan Lembata tidak diawasi pihak syahbandar.
"Syahbandar hanya teken pas saja. Bahkan, quota juga berdasarkan laporan agen. Setelah ada kejadian dulu baru semuanya kebakaran jenggot. Orang bawa minyak satu liter juga ditahan, padahal berton-ton tidak pernah ditahan,"kata sumber
itu.

Ia juga mengaku penjualan BBM di pulau Solor, Lembata dan Adonara jarang dipantau sehingga banyak disalahgunakan. "BBM bersubsidi yang dijual ke Solor, Adonara dan Lembata tidak hanya dijual ke masyarakat tapi juga ke kontraktoar untuk proyek dan pengusaha untuk produksi. Banyak yang tahu, tapi semuanya diam-diam saja,"kata sumber itu.

Terhadap informasi itu, Erna mengatakan akan melakukan penyelidikan atas semua informasi itu. "Informasi-informasi itu kita juga sudah himpun, tapi sekarang penyidik sedang bekerja. Dan, mengenai BBM yang dijual ke pengusaha akan kita selidiki,"kata Erna.

Kapal Motor Hikam 02 yang mengangkut tiga ton premium, meledak dan terbakar di Pelabuhan Larantuka, Sabtu (21/2/2015), sekitar pukul 13.30 Wita.

Dua orang anak buah kapal (ABK) pengangkut BBM tewas, satu luka berat dan satu luka ringan. Selain Kapal Motor Hikam, ikut terbakar satu mobil tangki BBM milik Pertamina dan satu kapal ikan.

Walau meledak di bibir pantai, api tidak bisa dipadamkan secara cepat karena Pemerintah Kabupaten Flotim tidak memiliki mobil pemadam kebakaran. Akibatnya, api membubung tinggi dan baru bisa dipadamkan secara manual sekitar satu jam kemudian.(iva)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved