Sabtu, 11 April 2026

Sulamu Diproyeksikan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Kecamatan Sulamu, di Kabupaten Kupang kini diproyeksikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Kecamatan Sulamu, di Kabupaten Kupang kini diproyeksikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di kawasan ini akan dibangun bandara dan pelabuhan laut internasional, pabrik daging beku raksasa serta industri pariwisata.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno saat membuka Musrenbangkab di Civic Center, Senin (23/3/2015) siang.

"Dalam lima tahun ke depan, percepatan pembangunan ekonomi di Sulamu akan digenjot pemerintah. Sulamu akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," kata Masneno.

Di KEK Sulamu ini, lanjut Masneno, pemerintah akan memberi aksentuasi pembangunan secara khusus bidang transportasi, pariwisata, dan peternakan.

Hal serupa dijelaskan Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, saat dihubungi Rabu (25/3/2015) pagi. KEK di Sulamu, kata Paut, sudah dimasukkan dalam RTRW Kabupaten Kupang.

Ia menjelaskan, KEK Sulamu tidak sama dengan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET). Kalau KAPET sumber dananya mengandalkan APBN dibantu co-sharring dana APBD, sedangkan KEK mengandalkan sumber dana dari investor. Jika memungkinkan Pemkab Kupang akan membantu co-sharing dana APBD II Kabupaten Kupang. Itu pun untuk hal strategis dan mendesak.

"Sedangkan dalam prakteknya, KEK akan menerapkan filosofi pendekatan program kawasan terpadu. Ada transportasi udara (bandara internasional), transportasi laut (pelabuhan internasional untuk peti kemas), pabrik daging sapi raksasa dan terbesar di Kawasan Indonesia Timur. Ditunjang pariwisata," jelas Paut.

Ditanya apakah sudah ada investor yang masuk ke Sulamu, Paut mengungkapkan beberapa investor dan Cina, Korea dan Australia sudah masuk ke Sulamu dan tertarik untuk mengembangkan KEK Sulamu.

"Tapi belum direalisasikan dalam bentuk MoU. Juga belum diketahui pasti berapa nilai investasi yang ditanam para investor. Namun sudah ada sinyal positif. Dan itu mulai dilaksanakan tahun ini hingga tahun 2019 yang akan datang," kata Paut.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha Indonesia, Indra Hasan melalui Vico Group menjalin kerja sama dengan beberapa investor asal Australia untuk membangun Pelabuhan Peti Kemas Internasional, Bandara Internasional dan Pabrik Daging Beku di Teluk Kupang, di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Diperkirakan megaproyek ini akan menelan dana hampir Rp 20 triliun.

Lokasi proyek telah disurvei Selasa pekan lalu, ditemani beberapa staf dari Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Asing dari Jakarta.

"Memang benar, adanya megaproyek tersebut. Kami sudah turun ke lokasi (survai). Nanti akan ada tim lengkap turun lagi ke lokasi untuk membuat pemetaan dan melengkapi data survei awal," jelas Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut, Jumat (10/1/2013) pagi.

Megaproyek itu, papar Paut, meliputi pembangunan pelabuhan peti kemas internasional, bandara internasional dan pabrik daging beku.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved