Ratusan Rumah di Waidoko Maumere Terendam Banjir
Hujan deras yang mengguyur Kota Maumere dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di kali setempat meluap, merendam ratusan rumah warga di kaw
Laporan Wartawan Pos Kupang, Simon Petrus Seli Tupen
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Hujan deras yang mengguyur Kota Maumere dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di kali setempat meluap, merendam ratusan rumah warga di kawasan Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Terendamnya sekitar 100 unit rumah tersebut merupakan akibat belum adanya saluran drainase ke pembuangan. Drainase yang ada di sepanjang jalan umum buruk atau tersumbat sehingga air titipan dari pemukiman yang belum tersalur ke pembuangan tergenang lalu meluap ke kawasan rumah penduduk. Genangan air juga melanda sebagian jalan raya dan perkebunan jagung warga.
Lurah Wolomarang Hamid Ola Bali, yang ditemui Pos Kupang saat meninjau lokasi genangan air di wilayah RT/14, Jumat (30/1/2015) siang, mengatakan genangan air yang melanda wilayah Waidoko terjadi sejak Rabu (28/1/2015) hingga puncaknya Kamis (29/1/2015). Katanya, air hampir menggenangi seluruh kawasan RT di wilayah Waidoko.
"Ini genangan rutin yang sudah puluhan tahun dialami warga. Kalau hujan rumah-rumah yang ada di pinggir jalan pasti tergenang karena saluran drainase utama ke pembuangan belum ada,'' tutur Hamid.
Menurut dia, masalah genangan air yang melanda wilayah Waidoko dari lurah pertama hingga sekarang belum juga terselesaikan. Pasalnya, upaya pembuatan saluran ke pembuangan kali mati untuk menghindari genangan menemui kendala. Sebagian warga yang memiliki tanah untuk pengerjaan tersebut belum mau menyerahkan tanahnya.
"Kalau mau genangan ini berakhir mau tidak mau kita harus bangun got penghubung dari muara air ke pembuangan kali mati. Tiap lurah yang menjabat di Wolomarang selalu mencari solusi untuk mengakhiri genangan ini. Tapi, kita mau bangun got bagaimana kalau mereka yang memiliki tanah tidak mau kasih. Ya, hasilnya seperti ini, Waidoko tetap langganan genangan dari tahun ke tahun,'' ungkap Hamid.
Don Bosko, Ketua RT/14 yang juga lurah pertama Wolomarang, ditemui Pos Kupang di rumahnya, mengatakan genangan yang terjadi di wilayah Waidoko sudah terjadi sejak tahun 1985.
Dia mengatakan, genangan saat dia menjadi lurah belum terlalu parah seperti saat ini. Hal ini, katanya, karena saat ini kawasan Waidoko semakin banyak pemukiman baru.
"Genangan ini sudah dari dulu, tapi tidak separah ini. Sekarang hujan beberapa jam saja air sudah naik sampai di lutut, apalagi hujan berhari-hari. Lihat saja sekarang, rumah, hewan dan tanaman perkebunan semuanya terendam.Ya, mungkin sekarang pemukiman baru semakin banyak. Jadi kalau hujan pasti semua RT akan tergenang seperti ini," ujar Don Bosko.
Ia menambahkan, buruknya saluran drainase di pinggir jalan serta belum dibangunnya saluran pembuangan menjadi faktor utama terjadinya genangan air di wilayah Waidoko. Ia berharap ada solusi tepat yang segera diambil pemerintah daerah untuk mengatasi genangan yang terjadi di wilayah Waidoko saat ini.
Staf Lurah Wolomarang, Simon Sala menjelaskan genangan air di wilayah Waidoko melanda RT6, RT/7, RT/ 9 RT/10, RT/14, RT/15, dan RT/16. Sedangkan kawasan yang paling parah genangan terjadi di kawasan RT/14, RT/6 dan RT/7.*