Dibutuhkan Kapal Feri Trans Utara Flores
Masyarakat pesisir utara pantai Flores lebih banyak dilayani kapal perintis yang menyinggahi pelabuhan Palue di Sikka, Maropokot di Mbay, Reo di Mangg
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Masyarakat pesisir utara pantai Flores lebih banyak dilayani kapal perintis yang menyinggahi pelabuhan Palue di Sikka, Maropokot di Mbay, Reo di Manggarai dan Labuan Bajo di Manggarai Barat.
Wakil bupati Sikka mengatakan saatnya masyarakat trans utara Flores dilayani alat transportasi feri. Sebab pesisir utara, salah satu sentra produksi pertanian di Flores.
"Kami pemerintah kabupaten Sikka setuju kalau ada feri untuk trans utara Flores. Saya pikir pemerintah se-daratan flores setuju tentang ini," kata Nong Susar, Kamis (18/12/2014).
Nong Susar mengatakan, pengadaan alat transportasi laut merupakan konsekuensi program tol laut presiden Jokowi. Orientasi pembangunan bukan lagi daratan, melainkan lautan.
"Negara kita bukan lagi negara kepulauan, melainkan negara maritim. Jika negara kepulauan orientasi pembangunan pada wilayah daratan, negara maritim berorientasi pada pembangunan kekayaan laut," jelas Nong Susar.
Nong Susar mengharapkan program tol laut pemerintahan Jokowi segera bisa terealisir bagi masyarakat trans utara Flores.
"Kita harapkan segera terealisir. Kita (Flores) mempunyai kantong produki pertanian yang memadai," kata Nong Susar.
Sedangkan terkait infrastruktur pelabuhan, kata Nong Susar, pemerintah provinsi NTT tengah membangun satu pelabuhan Feri di Geliting.
"Pertanyaan ini (tentang kesiapan infrastrukr pemda Sikka-red) sangat menarik. Pelabuhan feri tengah dibangun di Geliting oleh pemerintah provinsi NTT. Saya tidak bisa omong ini, nanti ditanyakan kepada pemerintah provinsi," kata Nong Susar.