Dinas Pariwisata NTT Evalusi DMO dan TMO Flores
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengevaluasi kinerja Destination Management Organization dan Tourism Managem
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengevaluasi kinerja Destination Management Organization dan Tourism Management Organization (DMO/TMO) daratan Flores dan Lembata, di Hotel Permata, Kota Maumere, Sikka, Sabtu (15/11/2014).
Rakoor mengevaluasi kinerja DMO dan TMO merealisasikan bantuan dana Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2013 dan 2014 dalam mengembangkan Pariwisata di daerah, dibuka Bupati Sikka, Drs. Ansar Rera, melalu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sikka, Moris Da Cunha.
Hadir pada kesempatan itu pembicara dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif, Anastasia Manuela, Ms; Eden Kalakik, SE, M.Si, Kadis Pariwisata Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Ketua DMO daratan Flores-Lembata, Yakobus Mbira, perwakilan Swiss Contact, dan perwakilan dinas Pariwisata dari daerah sedaratan Flores dan Lembata serta pelaku pariwisata di Kabupaten Sikka.
Ketua panitia kegiatan, Drs. Thomas Lelan dalam kata sambutannya mengungkapkan betapa pentingnya pemnbangunan pariwisata. Sebab merupakan komponen pembangunan nasional dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.
Karena, diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang berkesenambungan. Pembentukan DMO dan TMO oleh pemerintah bekerja sama dengan Swiss Contact diharapkan memaksimalkan pembangunan pariwisata di wilayah itu. Tetapi dalam kenyataannya belum.
DMO dan TMO, katanya adalah pihak yang bisa menjembatani stakeholders terkait untuk mengembangkan baik destinasi wisata, pelayanan dan lainnya untuk mendukung pengembangan wisata.
Evaluasi realisasi program itu, kata Lelan penting dilaksanakan untuk menjadi bahan evalusi untuk program selanjutnya pada tahun 2015 mendatang.*