Pelantikan Presiden

Datangkan Orang Perancis Pemberi Nama 'Jokowi'

"Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Perancis," ujar Wali Kota Solo Joko Widodo dalam satu kesempatan diwawancarai wartawan Tribun Jog

Editor: Benny Dasman

"JOKOWI itu pemberian nama dari buyer saya dari Perancis," ujar Wali Kota Solo Joko Widodo dalam satu kesempatan diwawancarai wartawan Tribun Jogja, Tribun Network, ketika namanya mulai muncul sebagai claon gubernur DKI Jakarta, tahun 2012.

Jokowi, memang nama panggilan untuk Joko Widodo, mantan Wali Kota Solo, mantan Gubernur DKI Jakarta, dan hari ini akan dilantik menjadi Presiden ketujuh Republik Indonesia.

Menurutnya, orang Jawa yang menggunakan nama depan Joko sangat banyak. Bahkan lebih spesifik, pengusaha di bidang eksportir mebel kayu dari Jawa dengan nama itu pun masih jamak.

Sekali waktu, Jokowi iseng-iseng mengecek relasinya sesama eksportir, yang memiliki nama persis Joko Widodo ada 16 orang. "Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, `Jokowi'. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama juga saya tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo," ujar Jokowi.

Ia kemudian menjelaskan, asal mula nama Jokowi muncul ketika pria berperawakan kurus ini mulai aktif mengekspor mebel ke Eropa lewat perusahaannya, PT Rakabu. Nama Rakabu diambil dari nama Gibran Rakabuming Raka, anak sulungnya.

Kendatipun memiliki perusahaan berskala ekspor, dengan sembilan pabrik, Rakabuming tidak menjalankan bisnis ayahnya. Dia kini menggeluti usaha sendiri di bidang kuliner, dan catering di Solo.

Sebelum menggunakan nama Jokowi, penggemar musik rock itu kerap dipanggil Joko. Sang pelanggan asal Perancis pun lama-lama mengeluhkan nama Joko karena sudah banyak orang menggunakan nama itu. Si pelanggan sering salah kirim surat, sebagai contoh surat untuk manajer pabrik mabel di Jepara, malah sampai di meja kerja Jokowi. Tak hanya itu, salah seorang pegawai sang pelanggan yang hendak mengirimkan faksimile ke Joko yang berada di Surabaya justru tersasar ke pabrik Jokowi di Solo.

"Mulai saat itu, pelanggan asal Perancis tersebut memanggil saya dengan nama Jokowi untuk membedakan dengan Joko-Joko yang lain," katanya.
Nama itu pula yang terus menempel di baju dinasnya, sebagai wali kota hingga saat ini. Bahkan di kartu nama resminya sebagai wali kota pun, ia tetap menggunakan nama pemberian teman Perancisnya itu.

Lalu siapakah pemberi nama Jokowi itu?

Saat beberapa wartawan berbincang-bincang dengan Iriana, istri Jokowi, di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, Minggu siang, perempuan asal Boyolali itu tiba-tiba menarik seorang pria bule berambut putih ke hadapan wartawan. "Ini buyer saya yang pertama. Namanya Bernard," kata Iriana. Dialah orang Perancis pemberi nama Jokowi.

Bernard pun memperkenalkan dirinya. Ia berkata, ia merupakan pembeli pertama produk kayu, hasil olahan perusahaan Jokowi. Ia mengatakan sudah 21 tahun mengenal bekas Walikota Solo tersebut.

Bernard menjelaskan, ia menyingkat nama Jokowi karena kesusahan mengeja nama Joko Widodo. Lebih lanjut ia mengatakan, nama Joko terlalu umum dan dimiliki banyak pria Indonesia.

Soal kepribadian Jokowi, warga negara Perancis ini menyatakan tak ada yang berubah dari rekannya itu. Ia melihat Jokowi tetaplah pria sederhana yag ia kenal sejak lama.

Bernard memuji koleganya ini. Menurutnya, Jokowi melakukan seluruh tugasnya dengan hati. "For me, he's not a politician. He is a natural leader. He is very simple, smart, and see things advance," tuturnya.

Sebelum berkiprah di panggung politik, Jokowi merupakan seorang wirausahawan. Usahanya bergerak di bidang pengolahan kayu. Dua tahun setelah menikah dengan Iriana, Jokowi membangun perusahaan bernama PT Rakabu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved