Jelang Pelantikan Presiden

Bahan Jas Jokowi Asal Italia

Jelang pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo, nama Rusman bolak-balik diberitakan media massa di Tanah Air.

Editor: Benny Dasman

DUA sepeda motor parkir di bangunan berwarna coklat muda. Tulisan Feng Sin Tailor berwarna merah dan hitam menjadi penanda bangunan yang berada di samping lampu merah. Tidak ada pelataran luas, bahkan untuk memarkir sebuah mobil sekalipun.

Namun, begitu masuk ke dalam toko, angin penyejuk berasal dari air conditioner langsung menyergap. Dipenuhi kain berwarna warni yang tergulung rapi, seorang pria berkacamata tampak tengah mengerjakan jahitan. Rusman, begitu pria itu memperkenalkan diri kepada Tribun.

Ia tidak sendiri. Rusman bersama seorang karyawati dengan rambut panjang terurai. Karyawati itu merupakan kasir di tempat usaha Rusman yang dirintis ayahnya sejak 1939 lalu.

Jelang pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo, nama Rusman bolak-balik diberitakan media massa di Tanah Air. Sebabnya, di tempat pria berusia 61 tahun itu, Jokowi -sapaan Joko Widodo- menggunakan jasa pembuatan kemeja dan jas pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang.

Rusman sempat buka-bukaan soal pesanan jas Jokowi di pelantikan Presiden mendatang. Seraya membuat dan menggunting pola busana, Rusman memastikan Jokowi tidak pernah rewel perihal pembuatan jas maupun kemeja.

Bukan hanya itu, model setelan jas yang dikenakan pun hampir serupa dengan setelan jas yang kerap dibuat sebelum terpilih menjadi presiden.

"Modelnya sama tapi berbeda warna dan motif. Semuanya sudah selasai dan diambil Pak Jokowi. Nanti beliau tinggal pilih mana yang pas. Biasanya Ibu Riani suka bantu memilih," ujarnya.

Setelan jas Jokowi yang dibuat Rusman terdiri dari jas model dua kancing dan celana panjang berwarna senada dengan potongan body fitted alias mengepas di tubuh. Meski mengepas, ia memastikan setelan tetap terasa nyaman.

"Tidak perlu fitting lagi karena saya memang sudah tahu ukurannya," kata Rusman.

Adapun potongan fitted dan jas dua kancing dipilih Rusman karena memang sedang tren.
Pilihan warna setelannya didominasi palet gelap, seperti hitam, abu-abu, dan coklat, karena lebih berkesan formal. Semua setelan tersebut terbuat dari bahan cerruti yang diimpor dari Italia.

Namun demikian, Rusman enggan menyebut soal harga. Ia memastikan harga sesuai dengan kualitas yang diberikan Rusman berikut sepuluh karyawannya. "Enggak terlalu mahal. Harga disesuaikan dengan kenyamanannya," ucapnya.

Usaha jahit Rusman khusus untuk busana pria. Selain setelan, ia juga membuat kemeja biasa dan kemeja batik yang bahan-bahannya diambil dari Pekalongan. "Tapi kalau batik, Pak Jokowi tidak pernah bikin di sini. Beliau bawa langsung dari Solo," paparnya seraya bangga, setelan jas yang dijahitnya bakal dikenakan Kepala Negara dan pemerintahan di Indonesia.

"Senang dan enggak menyangka ketika diminta untuk membuat setelan pelantikan. Mungkin karena beliau merasa cocok," katanya.

Satu harapan Rusman terhadap Jokowi usai resmi menjabat presiden. Ia berharap, Jokowi memperhatikan industri kreatif dan kesejahteraan para pelakunya.

Kenal dari Ahok
Pria kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat itu mengaku, perkenalan dengan Jokowi bermula dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Basuki yang dikenal dengan sebutan Ahok ini membawa Jokowi jelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved