Sengketa Pilpres

Novela Minta Perlindungan Jenderal

Saksi calon presiden-calon wakil presiden Prabowo-Hatta yakni Novela Nawipa meminta perlindungan kepada Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso.

Editor: Benny Dasman

POS KUPANG.COM, JAKARTA -  Saksi calon presiden-calon wakil presiden  Prabowo Subianto - Hatta Rajasa,  yakni Novela Nawipa meminta perlindungan kepada mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso.

"Novela dan kawan-kawan mendapat ancaman dan ketakutan untuk pulang. Sehingga sementara ini meminta pengamanan dan saya silakan untuk tinggal di rumah," kata Djoko selaku Tim Sukses Prabowo-Hatta.

Menurut Djoko Santoso, setelah memberikan kesaksian membela Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa pekan lalu, Novela dan kawan-kawan mendapat ancaman dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, mereka meminta perlindungan ke Djoko Santoso. Dan Djoko pun mempersilakan Novela dan saksi asal Papua lainnya untuk tinggal di rumahnya.

Tim hukum Prabowo-Hatta Mahendradatta mengatakan, sebelum adanya perusakan terhadap rumah Novela, koordinator saksi Prabowo-Hatta dari Papua juga mendapat ancaman. "Ada juga ancaman ke koordinator saksi kami, dan tidak langsung ke Novela," ucap Mahendra.

Djoko mendesak Badan Intelejen Negara (BIN) untuk mengusut  keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam Pilpres 9 Juli 2014 lalu. Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam kesaksian sidang sengketa Pilpres di MK, yang diungkapkan oleh saksi Prabowo-Hatta dari Papua pada Selasa (12/8) lalu. (tribunnews/zul)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved