Ruas Jalan Kawaliwu-Belogili Rusak Berat
Beberapa warga yang ditemui di sepanjang jalan itu terlihat hanya berjalan kaki sambil
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -Kondisi ruas jalan dari Kawaliwu, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema, menuju Belogili, Desa Balukherin, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur (Flotim), rusak berat.
Jalan sepanjang 20 kilometer di lintas pantai utara itu sebagian besar atau 90 persen tidak beraspal. Hanya jalan tanah, berlubang dan dipenuhi batu-batuan besar dan kerikil.
Pantauan wartawan, Minggu (20/7/2014), jalan sepanjang pantai utara dari Kawaliwu hingga pertigaan Belogili (Lewolema)-Waiklibang, Kecamatan Tanjung Bunga, rusak berat. Sekitar 15 kilometer badan jalan tanah dan hanya sekitar lima kilometer aspal. Bahkan aspal pun terkelupas berserakan. Selain itu, beberapa titik jalan rawan kecelakaan. Jalan dalam kondisi rusak berserakan batuan pada posisi ketinggian dan menurun serta berada di pinggir jurang yang curam dan terjal.
Beberapa warga yang ditemui di sepanjang jalan itu terlihat hanya berjalan kaki sambil memikul dan menjinjing hasil kebun atau ladang menuju rumah masing-masing. Begitu pun sebaliknya berjalan kaki menuju kebun mereka yang rata-rata harus ditempuh sekitar lima kilometer.
Warga pasrah dengan keadaan jalan yang sudah puluhan tahun masih rusak dan sulit dilalui kendaraan. Ketika ditanya masyarakat tidak ingin menyampaikan keluhan soal kerusakan berat ruas jalan dari Kawaliwu menuju Belogili.
Warga Flotim, Karman, mengatakan, warga Belogili, Desa Balukhurin, memang sangat membutuhkan jalan yang baik sehingga mobilitas ekonomi dan lainnya dapat berjalan lancar. Jalan Kawaliwu-Belogili rusak berat sudah puluhan tahun. Belum ada perhatian serius pemerintah dan DPRD.
"Sudah lama rusak. Dari saya kecil sampai sekarang kondisinya sama saja. Sulit sekali keluar masuk wilayah itu karena akses infrastruktur jalan sangat minim perhatian. Warga selalu berharap jalan bisa diperbaiki dan dibangun yang bagus, sehingga mereka bisa melakukan aktivitas lebih cepat dan lancar. Jalan ini sekitar 20 kilometer kalau tiap tahun dibangun 1 kilometer, maka 20 tahun lagi baru warga bisa menikmati jalan bagus. Itu pun kalau kualitas bangunannya teruji," katanya.
Aktivis Sosial Kemasyarakatan Flores Timur, Laurensius, mengatakan, kerusakan infrastruktur jalan dan lemahnya pemenuhan kebutuhan akan infrastruktur jalan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Flotim menunjukkan pemerintah dan DPRD Flotim saat ini buruk dalam mengatur anggaran.
"Uang puluhan bahkan ratusan miliar tersedia digunakan untuk progran-program yang tidak jalan. Padahal fasilitas infrastruktur dalam keadaan rusak berat. Lorong-lorong disemenisasi semua tapi jalan untuk memobilisasi hasil rakyat dari desa ke kota dalam keadaan rusak berat," katanya. (iva)