Oknum PNS Sikka Selingkuh, Istri Lapor Bupati Sikka
Bahtera rumah tangga yang dibangun BH, oknum PNS di Kantor BPM Sikka bersama istrinya MDE sejak tahun 2001 sampai dengan 2006 bahagia.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Bahtera rumah tangga yang dibangun BH, oknum PNS di Kantor BPM Sikka bersama isterinya MDE sejak tahun 2001 sampai dengan 2006 bahagia.
Namun memasukki tahun 2007 keadaan rumah tangga pasutri ini dilanda digunacang dengan kehadiran orang ketiga. BH pun sering keluar malam dengan berbagai alasan bahkan kerap menganiaya isterinya.
Orang ketiga yang hadir dalam rumah tangga pasangan ini adalah diduga bernama MAS, asal Kecamatan Waigete. Bahkan, wanita idaman lain (Wil) kini sudah hamil yang diduga anak dari BH
BH masih memilikki ikatan dengan MDE , wanita asal Kecamatan Lela yang masih resmi menjadi isterinya. Malah BH dan MDE telah dikarunia tiga anak hasil pernikahan kudus tahun 2001.
Akibat perbuatan, kini MDE melaporkan perbuatan BH kepada Bupati Sikka sebagai atasan dan meminta yang bersangkutan diberhentikan dari pengabdi PNS di Sikka.
Demikian surat MDE yang dibawa ke Kantor HU Pos Kupang Biro Maumere, Senin (2/6/2014) siang.
"Saya masukkan berita pak (Pos Kupang-Red). Suami saya kerja di Kantor BPM Sikka sudah selingkuh dengna gadis Waigete dan sekarang hamil lima bulan. Suami saya sudah tinggal dengan perempuan lain. Saya dan dia masih berstatus suami-istri dan belum cerai. Kami sudah punya tiga anak dan menikah secara gereja. Saya juga sudah lapor ke Polres Sikka karena suami saya sudah berselingkuh. Saya tidak terima karena itu saya sudah buat surat dan lapor Bupati Sikka. Saya minta dia dipecat," kata MDE , yang datang bersama anaknya.
MDE tak terima ketika ia ke Waigete pada 28 Mei 2014 karena mendapat infortmasi suaminya sudah tinggal dengan perempuan lain.
Betapa kagetnya karena informasi itu benar karena ada yang menjelaskan kalau suaminya sudah memilikki istri lagi dan sedang hamil lima bulan.
Atas kejadian itu, MDE lalu memutuskan melaporkan BH, suaminya kepada Polres Sikka dengan dugaan perselingkuhan dan mengirim surat kepada Bupati dan Kepala BPM Sikka.
"Suami saya sering pukul saya kalau saya tegur dia. Dia sering keluar malam lalu tidak bersama-sama dengan keluarga. Saya dipukul sampai darah," katanya
MDE juga sudah melaporkan dugaan perselingkuhan suaminya kepada Polres Sikka agar diproses secara hukum. "Saya sudah buat lapor di Polres Sikka," ujarnya.*