Pemilu 2014

PPK Ende Tengah Jadi Tersangka Penggelembungan Suara Pemilu

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Ende Tengah dengan inisial SS dan Ar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelembungan

PPK Ende Tengah Jadi Tersangka Penggelembungan Suara Pemilu
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
AKBP Musni Arifin, S,Ik

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE -- Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Ende Tengah dengan inisial SS dan Ar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelembungan suara untuk seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) di daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Ende Selatan, Ende Tengah, Ende Utara dan dan Ende Timur.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Rabu (21/5/2014) ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus penggelembungan suara yang terjadi di Kecamatan Ende Tengah.

Kapolres Musni menjelaskan kasus penggelembungan suara oleh PPK Kecamatan Ende Tengah adalah salah satu kasus pelanggaran Pemilu di Kabupaten Ende yang dilimpahkan oleh Panitia Pangawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ende ke Polres Ende.

Dijelaskan setelah menjalani serangkain penyelidikan, dua orang PPK Kecamatan Ende Tengah ditetapkan sebagai tersangka karena telah memenuhi unsur pelanggaran.

Kapolres Musni mengatakan dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua PPK Kecamatan Ende Tengah yakni menggelembungkan suara dari seorang Caleg yang sebelumnya caleg bersangkutan memperoleh suara sebanyak 266 digelembungkan menjadi 368 atau terjadi penambahan suara sebanyak 102 suara.

Suara yang digelembungkan tersebut berasal dari PPS Onokere 50 suara serta PPS Kelurahan Paupire 52 suara.

"Suara yang digelembungkan berasal dari suara tidak sah sehingga dengan demikian tidak mempengaruhi suara caleg lain,"kata Kapolres Musni.

Terbongkarnya kasus itu terjadi saat pleno perhitungan suara oleh KPU di gedung BBK beberapa waktu lalu oleh Panwaslu yang langsung menindaklanjutinya dengan memberikan laporan ke polisi. "Kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ende untuk proses hukum selanjutnya,"kata Kapolres Musni.

Kedua tersangka ujar Kapolres Musni diancam dengan pasal 287 UU No 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Anggota DPR DPD, DPRD 1 dan DPRD 2 dengan ancaman hukuman selama 1 tahun penjara.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved