Ujian Nasional
Enam Siswa SMA dan SMK di Manggarai Tidak Lulus UN
Enam orang siswa SMA/SMK di Kabupaten Manggarai dinyatakan tidak lulus dalam ujian nasional (UN) SMA/SMK yang diumumkan serentak, Selasa (20/5/2014).
Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Enam orang siswa SMA/SMK di Kabupaten Manggarai dinyatakan tidak lulus dalam ujian nasional (UN) SMA/SMK yang diumumkan serentak, Selasa (20/5/2014).
Ketidakhadiran mengikuti UN, sakit dan halangan lainnya merupakan penyebab kegagalan itu.
Pada UN 2014, Manggarai menempati peringkat empat Propinsi NTT setelah Kabupaten Ngada, Sumba Tengah dan Manggarai Barat. Prosentase kelulusan Manggarai naik 0,10 persen dari 99,83 persen (2013) menjadi 99,93 persen (2014).
"Apapun hasilnya, inilah kinerja kita semua.Tahun depan kita harus kerja lebih keras lagi mencapai lulusan 100 persen," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Manggarai, Adi Empang dalam penyerahan simbolis UN 2014 di Aula Nucalale, Kantor Bupati Manggarai.
Dikatakan Adi, peserta UN kelompok SMA sebanyak 4.116 orang, yang mengikuti UN 4.097 orang, namun tiga peserta tidak lulus. Demikian juga, kelompok SMK, dari 1.519 peserta UN, tiga peserta tidak lulus.
Wakil Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H, M.H, mengaku gembira dengan dengan capaian UN 2014 merupakan salah satu indikator penentuan mutu pendidikan. Prestasi ini merupakan kerja keras para guru, orangtua dan pemerintah. Inilah hasil dari pola-pola yang kita bangunan selama ini.
"Saya bangga dengan capaian tahun ini, tujuh peserta dari SMA Widya Bhakti (bekas SMEA Brachmans, sekolah saya dahulu), meraih nilai 10 mata pelajaran matematika," ujar Kamelus.
Kamelus mengimbau peserta UN tidak eforia berlebihan merayakan kegembiraan dengan kebutan-kebutana di jalan raya, mencoret pakaian seragam dan aktivias lainya yang bisa menderainya.
"Jangan coret pakaian seragam, serahkan saja ke sekolah. Seragam itu masih bisa digunakan oleh anak-anak lain yang membutuhkannya," harap Kamelus.*