Marcel Fanggidae Ingin Dikenang
Wajahnya berseri-seri ketika Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, M.Si, menggunting pita tanda mulai beroperasinya Aston Hotel Kupang
POS KUPANG.COM -- Wajahnya berseri-seri ketika Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, M.Si, menggunting pita tanda mulai beroperasinya Aston Hotel Kupang, Jumat (2/5/2014) siang. Lelaki paruh baya itu menepuk tangan sembari menyalami Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota, dr. Herman Man.
Dialah Owner Aston Hotel Kupang, Marcel Fanggidae. "Terima kasih Pak Wali dan Pak Wakil yang sudah datang ke sini dan meresmikan hotel ini," kata Marcel sembari membungkukkan badan. Gesture tubuhnya memberi rasa hormat kepada orang nomor satu dan dua di Kota KASIH ini.
Hari Jumat (2/5/2014), Marcel merasa plong. Ia puas karena hotel bintang empat ini mulai beroperasi. Kerja keras selama setahun lebih akhirnya membawa hasil. Semua kekuatan ia fokuskan agar hotel ini segera beroperasi.
Marcel tahu keinginan masyarakat kota ini. Apalagi, gebrakan manajemen sebelum soft opening ini cukup menarik perhatian. Seakan-akan Aston Hotel sudah beroperasi.
Lelaki berpostur tubuh tinggi ini mengatakan, ia membangun hotel ini semata-mama untuk dikenang. Sebagai sebuah kisah, sebuah sejarah bahwa di masanya ia diperkenankan Tuhan untuk membangun sebuah hotel bertaraf internasional.
"Hanya untuk dikenang saja. Banyak orang Kupang sudah mengenal saya karena saya lahir, besar dan berusaha di sini. Ibarat gajah mati meninggalkan gading," ujar Marcel, sambil melirik ke arah General Manajer (GM) Aston Hotel Kupang, Pak Ario, yang berdampingan dengannya.
Marcel selalu berpikir visioner. Berpikir jauh ke depan. Ia selalu berpikir prospektif. Melampaui pikiran orang normal. Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa gebrakannya kadang tak normal. Justru itulah kekuatan pikiran Marcel yang kadang berpikir abnormal, setidaknya menurut pikiran manusia yang normal. Hasilnya, justru memenuhi pikiran normal.
Dalam catatan perjalanan, Marsel memulai usaha pada tahun 1982, membangun toko khusus bangunan di Jalan Siliwangi. Kemudian pindah ke Kuanino tahun 1992 membangun Pabrik Amin Fiberglas, Ready Mix, supermarket bahan bangunan di Tuak Daun Merah dan yang terakhir adalah Aston Hotel. "Masih ada kejutan lainnya," kata Marcel tersenyum.
Marcel mengatakan, tanda mata dalam hidup adalah karya. Karya lahir dari sebuah pikiran yang mungkin saja sederhana, tetapi dapat diaplikasikan meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini menunjukkan sebuah komitmen, totalitas dan pengabdian yang tulus pada kehidupan itu. Proficiat! (yy)