Sengketa Pilkada SBD
Ketua KPU SBD Tolak Tanda Tangan Kronologi Pemilukada
Ketua KPU SBD, Matias Ndelo, menolak menandatangani surat berisi kronologi kasus Pemilukada SBD yang dibuat KPU Propinsi NTT.
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Matias Ndelo, menolak menandatangani surat berisi kronologi kasus Pemilukada SBD yang dibuat KPU Propinsi NTT.
Kronologi Pemilukada SBD dibuat KPU NTT dan diserahkan Komisioner KPU NTT, Yosafat Koli, kepada Sekretaris KPU Kabupaten SBD, Ignas Dodok, dalam pertemuan di Kantor KPU Sumba Barat di Waikabubak, Kamis (13/3/2014) sore.
Sebelumnya, Yosafat Koli melakukan pertemuan dengan komisioner KPU SBD di kantor KPU SBD, Kamis siang. Pertemuan terhenti karena situasi kurang kondusif menyusul hadirnya anggota Forum Masyarakat Bersama (Formabes) Peduli Kebenaran dan Keadilan.
"Kronologi itu dibuat KPU NTT selanjutnya dikopi dan diserahkan kepada sekretaris KPU SBD, termasuk juga diserahkan kepada ketua KPU Sumba Barat dan Kasat Intel (Polres Sumba Barat) yang juga hadir dalam pertemuan itu. Di bawa kronologi ada tertera nama saya. Saya tidak mau tanda tangan. Karena tidak pernah melakukan dan mengalami pemilukada," tandas Matias Ndelo di sela-sela melipat surat suara, Jumat (14/3/2014) pagi.
"Jangan oleh karena hirarki lantas kami dipaksa untuk berbuat, saya pikir tidak wajar. Kalau pemilukada tidak bermasalah tidak apa-apa tapi ini jelas-jelas bermasalah. Tidak ada efek hukum tidak apa. Kami tidak mau masuk penjara dan menjaga keselamatan nyawa kami," katanya.
Dia pasrah jika KPU NTT dan KPU Pusat menjatuhi sanksi kepadanya. "Kalau hanya tidak tanda tangan surat kronologi lalu saya diberhentikan, saya terima. Mereka yang punya hirarki," ujar Matias Ndelo.
Berulangkali dia mengatakan, "Jangan masukan kami dalam percobaan tapi bebaskanlah kami dari yang jahat."
Sebelumnya diberitakan, kegiatan supervisi yang dilakukan KPU NTT terhadap KPU Kabupaten SBD, Kamis (13/3/2014) siang terhenti oleh kehadiran anggota Forum Masyarakat Bersama (Formabes) Peduli Kebenaran dan Keadilan.
Anggota KPU NTT, Yosafat Koli yang hadir didampingi seorang anggota polisi dari Polda NTT seketika meninggalkan kantor KPU SBD dengan alasan hendak mencari makan.
Kepergian Yosafat saat Ketua KPU SBD, Matias Ndelo menemui anggota Formabes yang datang dengan bersenjata parang.
Sebagaimana pantauan Pos Kupang, Yosafat Koli tiba di kantor KPU SBD sekitar pukul 12.00 Wita. Dan, langsung mengadakan pertemuan dengan komisioner KPU SBD bertempat di ruang kerja ketua KPU SBD.
Berselang beberapa saat, sekelompok warga yang belakangan diketahui anggota Formabes tiba juga di kantor KPU SBD. Mereka berjalan mengintari kantor KPU SBD. "Kok jadi tegang begini," ujar anggota Polda NTT, yang baru tiba dari Kupang mendampingi Yosafat Koli.
Karena tegang, beberapa staf sekretariat KPU SBD, khususnya ibu-ibu, memilih meninggalkan kantor. Aktifitas melipat kertas suara DPRD SBD pun terhenti.
Pertemuan antara Yosafat Koli dengan komisioner KPU SBD pun terhenti. Ketua KPU SBD, Matias Ndelo memohon ijin menemui perwakilan Formabes.
Saat pertemuan dengan Formabes berlangsung, Yosafat Koli meninggalkan kantor KPU SBD sekitar pukul 12.30 Wita.
Matias Ndelo menjelaskan agenda pertemuan dengan komisioner KPU NTT yaitu supervisi logistik pemilu legislatif, karnaval, sosialisasi pemilu serta relawan demokrasi dan mengenai pemilukada SBD.