Sejenak di Taman Ziarah Oebelo
Berjumpa Tuhan di Atas Bukit 1
Dari puncak bukit Oebelo, langit senja tampak di sebelah barat. Semburat merah ungu menggaris cakrawala, memantul di permukaan laut, Teluk Kupang.
"Jika ditata lebih bagus, dalam waktu dua atau tiga tahun lagi, akan menjadi salah satu tempat ziarah terbaik di dunia," jelas Pater Seles, CMF, mengutip perkataan Steinberg.
Pater Seles, CMF dan Pater John, CMF, adalah custos. Keduanya pengurus Dewan Pastoral Keuskupan Agung Kupang, Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo. Keduanya menjelaskan ada kelompok umat kristen lainnya yang datang 'meminjam' Bukit Oebelo, untuk melakukan aktivitas kerohanian. Keduanya mencontohkan, jemaat dari GMIT Maranatha Oebufu, sempat mampir baru-baru ini.
"Ada area publik, yang bisa dipakai umat dari agama apa saja untuk melakukan aktivitas kerohanian. Mereka juga bisa pinjam aula pastoran. Tapi ada area privat dekat altar, yang hanya boleh didekati oleh umat Katolik," tandas Pater Seles.
Ia mengaku, tamu di Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo mengalir sejak dini hari. Ada yang sampai pukul 01.00 wita dini hari.
"Hari minggu atau hari libur bisa mencapai 200 lebih orang. Mereka berdoa sampai malam. Ada yang sampai dini hari. Meski begitu tetap aman, tidak ada gangguan. Sebab lampu penerangan nyala sampai pagi. Dan ada petugas keamanan yang menjaga," jelas Pater Seles.