Proyek Rumah MBR Bermasalah

Seluruh Kontraktor Akan Diperiksa Terkait Pembangunan MBR Rp 1 Triliun

Tim Kejati NTT mengagendakan pemeriksaan seluruh kontraktor pelaksana proyek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah

Editor: Alfred Dama
net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tim Kejati NTT mengagendakan pemeriksaan seluruh kontraktor pelaksana proyek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah tahun anggaran 2011, 2012 dan 2013 dengan total nilai Rp 1 triliun lebih. Para kontraktor pelaksana akan dipanggil untuk dimintai keterangannya di Kejati NTT pekan depan.

"Setelah pejabat pembuat komitmen (PPK), agenda pemeriksaan selanjunya kami akan memanggil kontraktor pelaksananya. Pasalnya, hasil pengumpulan bahan kami ternyata proyek perumahan MBR itu dikerjakan kepada pihak ketiga di beberapa kabupaten di NTT," ujar Kajati NTT, Mangihut Sinaga, SH yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, SH di Kupang, Kamis (6/3/2014).

Ia menjelaskan, para PPK dan kontraktor akan dimintai keterangan seputar pekerjaan proyek dan prosentase yang sudah dicapai di lapangan. Data yang diperoleh sementara  banyak pekerjaan proyek perumahan MBR itu tidak selesai dikerjakan sesuai kontrak. Anehnya pembayaran keuangannya sidaj dilakukan seratus persen.

Selain PPK dan kontraktor pelaksana, demikian Ridwan, jaksa juga akan memanggil kepala satuan kerja dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan seluruh proyek tersebut.

"Tentunya didalam satker tersebut ada bendahara selaku pengelola keuangan proyek tersebut," tandas Ridwan.

Tak hanya itu, kata Ridwan, tim banyak menjumpai bangunan rumah sudah rusak padahal belum genap satu tahun. Padahal perumahan itu diperuntukkan bagi warga tidak mampu dengan harapan dapat digunakan permanen dan aman bagi penerimanya.

Fakta itu, demikian Ridwan, setelah tim turun di beberapa kabupaten yang mendapatkan bantuan perumahan tersebut. Ia menyebutkan tim sudah turun di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Alor.

"Kami sudah turun ke lapangan. Hasilnya kondisi bangunannya banyak yang sudah memprihatinkan," kata Ridwan. *

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved