Cuaca Buruk di NTT
Perlu Tetap Waspada di Laut Timor
Masyarakat perlu mewaspadai perairan di laut Timor. Karena perairan laut timor sampai sekarang masih dengan kisaran 2 sampai 3 meter.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Robertus Ropo
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Masyarakat perlu mewaspadai perairan di laut Timor. Karena perairan laut timor sampai sekarang masih dengan kisaran 2 sampai 3 meter.
Hal ini diungkapkan oleh BMKG Kepala stasiun Meteorologi Klas II Eltari Kupang melalu Seksi Observasi dan Informasi Mohamad Syaeful Hadi, SP, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (05/2/2014) pagi.
"Memang kondisi perairan di laut timor sudah menuru dibandingkan dengan hari-hari kemarin akan tetapi hal ini tidak menentu. Kemungkinan akan kembali naik awal pekan depan", Jelas Syaeful.
Perairan di laut Timor yang meliputi, perairan Samudera Hindia selatan NTT, Laut Timor selatan NTT dan laut Timot selatan Timor Leste tinggi gelombang maksimum mencapai 2,0 sampai 3,0 meter.
Selain itu, Syaeful mengatakan, untuk tinggi gelombang maksimum di seluruh perairan di NTT 1,25 sampai 2,5 meter. Hal ini merosot normal.
Selat Sape, perairan utara Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, selat Alor, selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, selat Wetar, perairan selatan pulau Sumba dan perairan selat Rote, Katanya, tinggi gelombang maksimum mencapi 0,75- 2,0 meter.
Sementara prakiraan untuk tiga hari ke depan terhitung tanggal 5 sampai 7 Frebuari 2014.
Kecepatan angin untuk tiga hari kedepan terhitung dari tanggal 5 sampai 7 Frebuari 2014. kecepatan angin mencapai 10 sampai 35 kilometer perjam yang bertiup dari barat menuju barat laut.
Sedangkan untuk curah hujan untuk seluruh wilayah NTT rara- rata intensitasnya berawan sampai hujan ringan unmtuk tiga kati kedepan terhitung tanggal 5 sampai 7 Frebuari 2014.
"Berawan, hujan ringan sampai hujan lebat akan berakir sampai akhir bulan Frebuari 2014. Hal ini juga akan terjadi dengan angin. Karena biasanya jika ada hujan pasti disertai angin yang sifatnya sesaat. Jadi seluruh masyarakat yang berada di wilayah NTT parut kita selalu tetap mewaspadai sampai akhir Frebuari 2014.
Syaeful juga mengatakan, Sekarang NTT masih di pengatuhi keberadaan tekanan rendah di Australia bagian Utara.*