Cuaca Buruk di NTT
Tim BPBD Kota Kupang Mendata Kerusakan dan Korban Badai
Ade menjelaskan, tercatat 451 kepala keluarga terkena dampak bencana badai, tanah longsor, banjir, kebakaran dan gelombang pasang
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ade Manafe, ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2/2014) mengatakan, pihaknya terus memantau dan menginventarisir kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya akibat badai.
Ade menjelaskan, tercatat 451 kepala keluarga terkena dampak bencana badai, tanah longsor, banjir, kebakaran dan gelombang pasang. Di Kelurahan Lasiana, ada 21 kepala keluarga terkena banjir diungsikan ke rumah keluarga.
Gelombang pasang di Namosain, lanjut Ade, masyarakat dievakuasi ke rumah penduduk yang masih ada hubungan keluarga. "Khusus di RT 13, 07, 03, Kelurahan Pasir Panjang sementara ditampung di tenda pengungsi, pada malam hari untuk mengantisipasi gelombang pasang. Pada siang hari mereka kembali beraktivitas di rumah masing-masing," ujarnya.
Ade mengatakan, BPBD Kota Kupang memberikan bantuan terpal, beras, super mie, minyak goreng. Saat ini, lanjutnya, dinaikkan status ke tanggap darurat, sehingga mengoptimalkan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana.
Tanggap darurat, kata Ade, berlaku selama tujuh hari dan setelah itu bisa diperpanjang. Setelah tanggap darurat, BPBD Kota Kupang akan turun melakukan perhitungan kerugian akibat bencana untuk memberikan bantuan kepada warga.
Ia mengatakan, kategori rusak berat tembok penahan gelombang sepanjang pesisir Pantai Namosain sampai Lasiana, yang hancur total. Rusak ringan seperti rumah yang atapnya terangkat angin dan roboh akibat ditindis pohon yang tumbang. Rusak sedang drainase dan sungai yang kena abrasi.
"Kami belum tahu jumlah persis setiap kategori karena akan turunkan tim BPBD dan Dinas PU. Penyaluran bantuan dilakukan Minggu (2/2/2014) untuk 90 kepala keluarga," katanya.*