Sabtu, 11 April 2026

Cuaca Buruk di NTT

19 Perahu dan 2 Bagan Rusak Dihantam Gelombang

Akibat badai yang menerjang secara tiba-tiba, pada Sabtu (1/2/2014) dan gelombang tinggi

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Akibat badai yang menerjang secara tiba-tiba, pada Sabtu (1/2/2014) dan gelombang tinggi Minggu (2/2/2014), mengakibatkan 15 rumah dan 19 perahu milik warga kelurahan Nunbaun Delha (NBD) rusak. Sementara di Kelurahan Oesapa, dua bagan perahu milik warga setempat juga hancur.

Lurah NBD, Yohanes Keban, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2/2014), merincikan, 15 rumah yang rusak terdiri dari rusak berat dan rusak ringan. Rusak berat dialami Imanuel Binoni, Marthen Doko, Adrianus Henuk dan Aprianus Pulek. Rumah yang rusak ringan milik Nicolas Tary, Anderias Dunggun, Yakob Henuk, Getreda Bessie, Marthen Ga Rede, Abraham Djami, Mery Liunokas, Martinus Rohi, Hermanus Selan, Roy Nggauk dan Yunus Faley.

Sementara perahu yang rusak sebagian besar ketimting 1 GT. Menurutnya, perahu yang rusak total dan tidak bisa digunakan adalah milik Dominggus Lay, Deden Saputra, Benyamin Balle, Otniel Ludji, Martinus Dima, Yakobis Manukale, Jemnus G. Lilong, James Riwu dan Ruben Riwu. Rusak ringan dan masih bisa diperbaiki, yakni perahu milik John AE Djami, Alexander Wadu, Mateos Tadu Pita, Lorens Balle, Herman Mussry, Simon Rede, Daud Riwu, Herman Lado, Zadrak Poela dan Karel Tuka.

"Rata-rata perahu yang rusak ini, merupakan perahu bantuan dana PUMP. Sehingga laporan tertulis yang diberikan kepada Pak Walikota dengan tembusan ke dinas kelautan, bisa cepat dijawab oleh instansi tersebut. Selain tembusan ke dinas kelautan, kami juga melakuan tembusan kepada dinas sosial dan BNPBD," ujarnya.

Sementara itu, dua bagan perahu milik nelayan Oesapa hancur akibat diterjang ombak. Pemilik dua bagan perahu yang rusak, Poniman, ketika ditemui di kediamnya di RT 32/RW 11, Kelurahan Oesapa, mengatakan, perahu miliknya tersebut tengelam pada hari Sabtu malam sekitar pukul 23.00 Wita. Menurutnya, saat itu gelombang laut tingi sehingga mengakibatkan ombak laut di pesisir pantai tersebut naik hingga 4 meter.

"Dua bagan perahu saya ini satu jenis perahu tripang dengan kondisi bagan perahunya terbelah berkeping-keping. Kerugian saya dari bagan perahu jenis tripang ini mencapai Rp 50  juta. Sementara satu bagan perahu jenis ketinting. Ini saya rugi sekitar Rp 10 juta. Ini perahu adalah bantuan dari dinas kelautan dan perikanan. Ini perahu juga pecah berkeping-keping. Ini merupakan kaki tangan saya, jadi kalau bagan sudah rusak saya mau kerja apalagi. Ibaratkan kaki dan tangan saya sudah patah," akunya.

"Saya hanya selamatkan mesin kedua perahu tersebut. Saya rugi besar dan kemana lagi saya harus cari uang? Sedangkan pokok saya adalah nelayan sementara bagan perahu saya keduanya hancur total," kata Poniman.

Pantauan di tempat hancurnya perahu tersebut, tampak sebagian puing-puing pecahan bagan perahu sudah di kumpulkan dan di amankan di belakang tanggul penahan ombak oleh pemiliknya. Sebagian puing lainnya dibiarkan hanyut. (yy/rr)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved