Koran, Koran, Gubernur-Wagub NTT Jual Pos Kupang
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur (Wagub), Drs. Benny Litelnoni, serta beberapa kepala dinas
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Wakil Gubernur (Wagub), Drs. Benny Litelnoni, serta beberapa kepala dinas, menjual koran Pos Kupang, Senin (2/12/2013). Gubernur Frans menjual di Bandara El Tari Kupang, sedangkan wagub dan beberapa kepala dinas serta Rektor PGRI NTT menjual di Jalan El Tari.
Mengenakan baju kaos warna merah bertuliskan HUT ke-21 Pos Kupang, Gubernur Frans menjual koran mulai dari pelataran depan ruang keberangkatan, ruangan boarding pass hingga ke ruang tunggu penumpang. Selama menjual koran Pos Kupang, gubernur didampingi Pemimpin Umum Harian Pos Kupang, Damyan Godho, bersama para staf. Ketika melihat pemandangan yang tak lazim itu, para pegawai Angkasa Pura I, Bandara El Tari Kupang, para pegawai maskapai penerbangan, para petugas kebersihan maupun para calon penumpang pesawat terbang, tampak bingung.
Mereka juga sepertinya tercengang menyaksikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, berjalan sambil menenteng koran Pos Kupang lalu menawarkannya kepada para pembeli. Ada yang tersenyum sambil merogoh koceknya lalu membeli koran langsung dari tangan gubernur. Ada pula yang berlari menghampiri gubernur, lalu menerima koran itu dengan menyerahkan uang sesuai harga koran Rp 3.000/eksemplar.
Ada calon penumpang yang sebelum membeli koran, terlebih dahulu mencium tangan gubernur. Setelah membeli koran, mereka juga memanfatkan kesempatan untuk foto bersama.
Kondisi inilah yang membuat suasana di Bandara El Tari Kupang siang kemarin agak lain dari biasanya. Bahkan boleh dikata lain dari yang lain. Sebab baru kali ini, seorang gubernur mau menjual koran, layaknya seorang loper.
Saat menjual koran Pos Kupang, Gubernur Frans Lebu Raya juga menunjukkan sikap seperti loper profesional. Sambil berjalan ia meawarkan, koran koran..., koran koran... Mendengar itu, para calon penumpang pun tersenyum.
Sejumlah penumpang yang belum mengenal Gubernur Frans Lebu Raya, sempat bertanya-tanya mana yang gubernur. Sebab saat menjual koran, gubernur mengenakan baju kaos warna merah, sama seperti kru Pos Kupang yang mengenakan kostum tersebut.
Ada yang salah sangka. Mereka mengira Gubernur Frans Lebu Raya mengenakan kemeja biru muda lengan panjang, bertubuh tambun dan berkaca mata, yang selalu berada di dekat gubernur ketika menjual koran di ruang tunggu penumpang Bandara El Tari Kupang.
"Pak, pak, mana yang gubernur? Yang baju biru lengan panjang, gemuk, tinggi dan berkaca mata itu ya? Atau yang mana?" tanya salah seorang calon penumpang dengan dialeg kental Jawa.
Ketika disampaikan bahwa gubernur mengenakan baju kaos merah, sambil menyodorkan koran kepada para calon pembeli, pria itu pun langsung mendekat dan mengabadikan aksi gubernur menjual koran dalam handphone-nya. Pria itu sama sekali tidak menyangka kalau seorang gubernur mau menjual koran.
Tak lama berselang, ketika gubernur mendekati tempat duduknya, pria yang diketahui bernama Sugeng itu pun langsung meminta isterinya membeli koran tersebut. Bahkan seorang anaknya berusia kira-kira tiga tahun, memberi salam dan mencium tangan gubernur.
Aksi yang sama terekam beberapa kali. Seorang ibu ketika mengetahui bahwa yang jual koran Pos Kupang adalah gubernur, ia lantas berlari-lari kecil menuju gubernur lalu membeli koran. Setelah menyerahkan uang, ia kemudian bersalaman lalu meminta foto bersama.
Bahkan setelah Gubernur Frans Lebu Raya berlalu dari hadapannya, ibu ini pun tetap tersenyum mengiringi langkah sang gubernur. Dari guratan wajahnya tampak jelas betapa ia senang melihat peristiwa yang baru pertama kali ia saksikan itu.
Pemandangan lainnya, seorang ibu berusia paruh baya yang mengenakan kebaya, ketika melihat gubernur menjual koran, ia pun ingin membelinya. Dari tempat ia duduk, kira-kira 20 meter dari gubernur, ia berharap gubernur menghampirinya. Dan, ketika gubernur datang, ia pun berdiri dan membeli koran tersebut.
Setelah membeli koran, ia lalu berjabatan tangan dan foto bersama. Tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Ia hanya tersenyum dan diam. Melihat itu, Gubernur Frans Lebu Raya lalu mengelus-elus pundak ibu itu dan menatapnya sambil tersenyum ramah. Terlihat sang ibu yang berusia senja itu tak kuat menatap wajah pemimpinnya.