Breaking News

Semburan Api Muncul di Kawah Ebulobo

Gunung Ebulobo dalam dua hari terakhir menunjukkan ada peningkatan aktivitas berupa semburan api

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, MBAY -- Gunung Ebulobo dalam dua hari terakhir menunjukkan ada peningkatan aktivitas berupa semburan api dari kawah gunung tersebut.

Namun pihak Pos Pengamat Gunung Api Ebu Lobo mengatakan, aktivitas Ebulobo sampai saat ini masih normal.  Api yang keluar dari bibir kawah Gunung Ebulobo hanya belerang panas  yang keluar dari bibir kawah.

Masyarakat Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya dikejutkan dengan semburan api di puncak Gunung Ebulobo,Kecamatan Boawae,Kabupaten Nagekeo pada Rabu dan Kamis ( 21-22/8/ 2013). Bahkan ada yang  mulai takut atas kejadian tersebut.

Aris Mosa, warga Nagesapdhi, Boawae yang ditemui di Boawae, Jumat (23/8/2013), mengatakan,  dirinya melihat adanya semburan api tersebut dari wilayah Pertamina Boawae selama dua malam. Kejadian tersebut sangat jelas bila dilihat pada malam hari.

"Petugas harus jelaskan hal tersebut kepada masyarakat sehingga jangan panik. Kalau memang berbahaya harus pula disampaikan. Orang yang lewat Boawae pada malam hari kalau lihat ke Ebulobo akan jelas melihat api itu,"ungkapnya.
Semburan api itu juga dilihat oleh para pengendara kendaraan yang melintasi jalan Trans Flores di wilayah Boawae, Raja sampai Rega.

Kepala Pos Pengamat  Gunung Api Ebulobo,Fransiskus Xaverius Masan yang ditemui di ruang kerjanya di Kelewae, Boawae, Jumat (23/8/2013), mengatakan, kejadian tersebut adalah belerang panas  yang keluar dari bibir kawah pada bagian utara Gunung Ebulobo.

Sementara dari pencatatan seismograf, tidak ada gejala adanya  gangguan pada gunung tersebut. Aktivitas gunung Ebulobo menurutnya  masih normal.

Selain itu,  tidak ada bau belerang atau debu disekitar wilayah gunung Ebulobo dan kalaupun ada gempa hanya  gempa tektonik yang letaknya jauh.  Bukan dari gunung Ebulobo.

Dikatakanya,  karena di Pos Pengamat Gunung Ebulobo tersebut hanya dirinya sendiri yang bertugas,  untuk melihat menggunakan teropong pada malam hari hanya bisa dilihat dari daerah utara yakni Aemali,Kelurahan Nageoga yang jaraknya jauh dari pos pemantau yang berada di sebelah Timur gunung tersebut.

"Karena alat pemantau saat ini normal  maka jangan panik.Saya tadi malam sampai jam lima pagi baru pulang dan api  sudah mengecil.Kita pantau pakai teropong saja dan saat saya pulang percikan api belerang sudah mengecil.Saya  selalu lapor perkembangan terbaru ke Bandung di kantor pusat Vulkanologi di Bandung,"ungkapnya.

Masan juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut juga pernah terjadi pada dua tahun lalu namun hanya beberapa hari saja langsung menghilang dan selama ini sama sekali tidak terdengar bunyi gemuruh atau abu Vulkanik dari Gunung Ebulobo.

Dikatakannya, semua alat yang ada dalam keadaan baik dimana selama dua hari terakhir sama sekali nornal tanpa gangguan. (dea)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved