Ujian Nasional
Dipagut Ular Hujau, Siswa Ini UN di Rumah Sakit
Hari pertama dan kedua, Sefrianus Arimin (15), pelajar SMPN 2 Wae Rii, Kabupaten Manggarai masih bersama-sama
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Hari pertama dan kedua, Sefrianus Arimin (15), pelajar SMPN 2 Wae Rii, Kabupaten Manggarai masih bersama-sama dengan teman-temanya menjalani Ujian Nasional (UN) di sekolahnya.
Namun di pada hari ketiga, Rabu (24/4/2013), Arimin terpaksa menjalani UN di ruang Dahlia RSUD Ruteng, karena kaki kanannya dipagut ular hujau yang diduga berbisa, Senin (22/4/2013) pukul 19.00 Wita di Golowatu.
Kondisi Armin masih tampak pucat. Dengan sebuah selang infus yang dipasangkan pada tangan kiri dan tubuhnya diselimuti kain, Arimin berusaha mengerjakan soal matematika di ruang Dahlia.
Di dalam ruangan tersebut hadir seorang guru pengawas,anggota Polres Manggarai, Kadis PPO Manggarai, Rafael Ogur, dan ayah Arimin, Yustinus Nakut.
Meski masih menahan sakit, Arimin tetap berusaha mengerjakan soal. Tak seorang pun yang hadir di dalam ruang itu bersuara kecuali menyaksikan dengan iba Arimin bergulat dengan soal UN itu.
Yustinus Nakut menuturkan bahwa musibah itu terjadi sekitar pukul 19,00 Wita Senin (22/4/2013). Ketika itu dia dan Arimin pergi ke salah satu kios di kampung untuk membeli mie instan. Pada saat kembali dari kios ke rumahnya berjarak sekitar 30-an meter, ayah dan anak itu berjalan beriringan.
"Saya yang jalan didepan, sedangkan Arimin di belakang. Saya terkejut mendengar teriakan minta tolong dan menyaksikan ada tetesan darah di jalan. Saya cari tahu ada bekas gigitan ular hijau yang masih berada disekitar itu," kisah Nakut kepada wartawan, dihubungi Rabu siang.
Ular itu, lanjut Nakut, sebesar jempol kaki orang dewasa. Dia memukul ular itu dan mati. Arimin diantar kepada dukun di kampung itu diobati, karena tak ada petugas kesehatan di Pustu Golowatu.
Hari Selasa (23/4/2013), Arimin dipapah ayahnya ke sekolah mengikuti UN. Usai mengerjakan soal UN, Arimin dibawa berobat ke Pustu Golowatu kemudian dirujuk ke RSUD Ruteng.
Kepala Dinas PPO, Rafael Ogur, memastikan pelaksanaan UN kepada siswa yang berhalangan hadir di berjalan aman. Dia diawasi langsung seorang guru dan anggota polisi.
"Tidak masalah UN dilaksanakan di RS. Asalkan anak ini bisa menyelesaikan ujianya. Yang penting anak ini sehat dan bisa tetap mengikuti UN.
Rafael menambahkan, Arimin telah menerima disuntikan obat anti racun oleh petugas di ruang Dahlia."Orangtuanya bertindak cepat membawa anaknya ke RSUD, sehingga diberi suntikan mengatasi racun ular hijau itu. Mudah-mudahan segera sembut sakitnya dan bisa kembali ke rumah," ujar Rafael.*