Ujian Nasional
Belum Ada Kepastian UN SMP di 10 Kabupaten di NTT
Pelaksanaan ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP)/sekolah sederajat di 10 kabupaten/kota di Propinsi NTT
Ketidakpastian pelaksanaan UN SMP di 10 daerah karena sampai Sabtu kemarin belum ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pihak propinsi sudah mengontak berulang kali tetapi tidak ada jawaban.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Drs. Klemens Meba, M.M mengatakan hal itu saat dihubungi Pos Kupang melalui telepon genggamnya, Sabtu (20/4/2013).
Meba dikonfirmasi terkait pendistribusian soal UN SMP di 10 kabupaten yang belum tiba di daerah masing-masing. Sedangkan soal UN SMP untuk 11 kabupaten lainnya sudah ada.
Meba belum tahu apakah UN SMP pada Senin (22/4/2013) sesuai jadwal atau tidak. Sebagai panitia propinsi, lanjutnya, akan tetap menunggu informasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. "UN adalah hajatan nasional, jadi kita tunggu saja keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Kita di propinsi tidak bisa berbuat banyak karena semuanya diatur oleh pusat," ujarnya.
Ia mengatakan, soal UN yang sudah ada baru untuk 11 kabupaten, yakni Sumba Timur, Flores Timur, Kabupaten Kupang, Ngada, Lembata, Alor, Sumba Barat, Ende, Sikka, Lembata, dan Manggarai.
Naskah UN untuk 11 kabupaten itu, demikian Meba, sudah didistribuskan menggunakan kapal feri pada Jumat (19/4/2013) untuk Waingapu, Manggarai dan Sikka.
Sementara beberapa daerah lainnya yang naskah UN baru tiba di Kupang Jumat malam akan didistribusikan ke daerah melalui pesawat hari ini, Sabtu (20/4/2013), yakni Flores Timur, Ende, Ngada, Lembata, dan Sumba Barat.
Kabupaten Kupang sudah didistribusikan pada Sabtu pagi dan Kabupaten Alor didistribusikan menggunakan kapal feri.
Ia mengatakan, 10 kabupaten/kota yang belum mendapatkan naskah Unm, yaitu Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
"Kami belum bisa memutuskan terkait UN SMP hari Senin karena belum ada informasi dari kementerian," kata Meba.
Dihubungi lagi Sabtu (20/4/2013) malam untuk menanyakan kepastian naskah soal UN SMP untuk 10 kabupaten apakah sudah dikirim atau belum, Meba tidak menjawab.
Jangan Terulang
Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Jerhans Ledoh, yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, dirinya dan staf sudah mengecek ke SPN Kupang untuk mengecek naskah UN. Tetapi, naskah UN SMP untuk Kota Kupang belum ada.
Ia berharap kejadian pahit yang dialami siswa SMA jangan terulang lagi bagi peserta UN SMP. Dinas PPO Kota Kupang, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Dinas PPO NTT menanyakan kepastian pendistribusian naskah UN ke Kota Kupang.
Sementara suasana di SMA Negeri 1 Kupang , Sabtu (20/4/2013) tidak ada aktivitas. Ada beberapa siswa yang datang menggunakan pakaian seragam tetapi mereka hanya berkumpul di halaman depan
Pantauan Pos Kupang, Sabtu (20/4/2013) di SMAN 1 Kota Kupang pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita ada sekitar lima siswa yang datang ke sekolah dan berdiri di pintu pagar sekolah.
Beberapa siswa yang ditemui di halaman sekolah mengatakan, mereka siswa Kelas X dan Kelas XI yang sementara menunggu teman-teman mereka karena berjanji bertemu di sekolah
Kepala SMAN 1 Kota Kupang, Bapa Muda mengatakan, tidak ada kegiatan di sekolah karena UN tidak ada dan siswa Kelas 1 dan Kelas 2 libur. (nia/ira)