Kampanye Pilgub NTT
Lima Paket Berkomitmen Buat NTT Lebih Baik
Lima pasangan Cagub-Cawagub NTT berkomitmen membawa perubahan agar NTT lebih baik lima tahun ke depan.
POS-KUPANG.COM --- DALAM debat yang disiarkan langsung TVRI Kupang dan dipandu Ina Djara dan Ansi Lema, ini lima pasangan Cagub-Cawagub NTT berkomitmen membawa perubahan agar NTT lebih baik lima tahun ke depan.
Pasangan calon nomor urut 1, Esthon Foenay dan Paul Talo (Esthon-Paul) mengatakan akan membenahi infrastruktur, membenahi sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan membenahi manajemen pemerintahan, kinerja dan etos kerja serta birokrasi yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Peningkatan kualitas pendidikan, sertifikasi guru. Bagi pasangan ini penataan birokrasi harus dilakukan tidak hanya mengutamakan yang cerdas intelektual, melainkan orang yang punya mental dan hati.
Ditanya pemandu bagaimana pendapat Esthon-Paul terhadap tambang, Esthon dengan tegas mengatakan tambang yang sudah memiliki izin perlu ada moratorium dan jika ada masyarakat yang menolak tambang, maka Esthon-Paul juga menolak.
"Perlu ekspansi untuk percepatan pengentasan kemiskinan Rp 200 miliar dikembalikan kepada masyarakat," tegasnya.
Pasangan calon nomor urut 2, Ibrahim Agustinus Medah dan Emanuel Melkiades Laka Lena (Tunas) mengatakan, akan menyelesaikan masalah pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta birokrasi yang profesional dan bersih dari KKN dengan mengedepankan proses rekruitmen tanpa memandang suku, agama dan ras. Pejabat yang terindikasi korupsi, akan diproses hukum.
Ditanya pemandu bagaimana wujud penataan birokrasi yang profesional, Tunas menegaskan tidak akan ada politik balas jasa dalam penataan birokrasi.
"Di Tunas yang ada adalah birokrasi yang profesional. Kita tidak pakai balas jasa," tegas Medah.
Sementara Melki Laka Lena mengatakan, jika pasangan Tunas terpilih akan secara berkala melaporkan kinerja kepemimpinan mereka secara berkala kepada seluruh masyarakat NTT melalui media massa.
Pasangan nomor urut 3, Christian Rotok dan Abraham Paul Liyanto (CristAL) akan mewujudkan ketahanan ekonomi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta birokrasi tanpa unsur suku agama dan ras, dilakukan melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit ang proper test).
Chris mengatakan, infrastruktur adalah kunci untuk membangun daerah. Sementara soal tambang, CristAL berpendapat bahwa sebaiknya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Gas dicabut.
Pasangan nomor urut 4, Frans Lebu Raya dan Benny Litelnoni (Frenly) mengatakan, ada delapan agenda pembangunan dan tekad untuk membangun NTT agar lebih baik.
Ditanya apa konsep Frenly terhadap tata ruang, Frans mengatakan, tata ruang dimaksud agar bagaimana penggunaan dan pengawasan demi pembangunan yang berkelanjutkan dan tidak tumpang tindih.
Terkait mewujudkan birokrasi yang bersih, Frans menyatakan, selama ini dia telah melakukan penandatanganan pakta integritas terhadap para pejabat.
Tentang bidang pendidikan, menurut Frans, ada peningkatan namun pernyataan ini justru mendapat reaksi negatif dari sebagian audiens karena di saat Frans mengatakan bahwa ada peningkatan kualitas pendidikan di NTT, sontak terdengar suara, "uuuuuuuu"
Pasangan nomor urut 5, Beni Kabur Harman dan Wellem Nope (BKH-Nope) menyatakan, akan berjuang mengangkat NTT sebagai propinsi termiskin, terbelakang, tertinggal menjadi daerah yang lebih sejahterah dan bermartabat.